TOPIK
Korupsi Pengadaan Kapal
-
HMI mendesak Kejari segera menunjukkan langkah konkret dalam sebulan ke depan.
-
Audit tersebut dinilai menjadi penentu langkah hukum berikutnya, termasuk kemungkinan penahanan.
-
Koordinator aksi, Kadi, menegaskan keterlambatan penahanan menimbulkan dugaan adanya perlakuan khusus dalam penanganan perkara.
-
Unjuk rasa yang menutup sebagian jalan utama kota itu membuat arus lalu lintas dialihkan ke jalan alternatif menuju Pantai Barane.
-
Koordinator aksi, Kadi, menilai lambannya penahanan memunculkan kecurigaan publik terhadap integritas penegakan hukum di daerah.
-
Mereka menduga adanya tekanan atau intervensi di balik lamban penanganan perkara.
-
Menurut Adrian, pihaknya terus berkoordinasi secara intens dengan BPKP dan berkomitmen menuntaskan kasus tersebut sesuai prosedur.
-
Ia menekankan, kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan sangat bergantung pada konsistensi dan profesionalisme dalam penegakan hukum.
-
Mereka adalah AS, selaku penyedia kapal, dan BP, sebagai pejabat yang bertanggung jawab atas seluruh proses pengadaan di lingkup DKP Majene.
-
Dua tersangka yang telah ditetapkan masing-masing berinisial AS, selaku penyedia barang, dan BP, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
-
Karena itu, menurutnya Kajari Majene harus bertanggung jawab agar tidak memicu keraguan atau opini negatif di masyarakat.
-
Kepala Seksi Intelijen Kejari Majene, M Zaki Mubarak, menyampaikan perkembangan terbaru terkait kasus ini.
-
Kasi Intel Kejari Majene, M Zaky Mubarak mengatakan, pemeriksaan berupa aksesoris dan kayunya sudah dilakukan.
-
Zaky menambahkan, proses pemeriksaan tersebut, pihaknya melibatkan ahli dibidang badan kapal, kayu, dan ahli aksesorisnya
-
Pengadaan kapal ini melekat pada Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Polman, menggunakan anggaran sebesar Rp1,2 miliar
-
Soal dugaan korupsi tersebut, AIM menyerahkan sepenuhnya terhadap proses hukum yang berjalan.
-
Seluruh kapal tersebut dibuat tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) hingga tidak ada asas manfaatnya.
-
Meski belum merinci siapa saja yang terlibat, satu dari tiga orang tersangka tersebut berstatus mantan kepala dinas Mamuju.