Polman
Satu Pasien Campak Meninggal Dunia di Polman, 14 Lainya Masih Terjangkit, Dinkes Tetapkan KLB
Dia menjelaskan khusus di Dusun Rea Jaya, Desa Patampanu awalnya ditemukan 11 kasus, lalu bertambah jadi 14 kasus.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/pekan-terakhir.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Polewali Mandar (Polman) mengimbau warga untuk mewaspadai penularan penyakit campak di wilayah Polman, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (2/10/2025).
Hingga saat ini Dinkes Polman mencatat ada 14 pasien dari Desa Patampanu, Kecamatan Matakali terjangkit.
Salah satu pasien telah meninggal dunia pada 26 Agustus 2025, warga dari Desa Patampanu.
Baca juga: BBM Langka, Warga Geruduk Kantor DPRD Pasangkayu, Minta Usut Dugaan Praktek Nakal di Sejumlah SPBU
Baca juga: Turun, Update Harga Emas Logam Mulia Antam Kamis 2 Oktober 2025
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Polman, dr Gunadil menyebut kematian pasien ini dasar ditetapkannya status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak.
"Yang masuk kriteria KLB ini ada dua, pertama di Sabangsubik, dan di Desa Patampanu, Kecamatan Matakali, khusus Dusun Rea Jaya," kata dr Gunadil kepada wartawan.
Dia menjelaskan khusus di Dusun Rea Jaya, Desa Patampanu awalnya ditemukan 11 kasus, lalu bertambah jadi 14 kasus.
Gunadil menyebut satu pasien meninggal dunia, salah satu diagnosanya penyakit Campak.
Meski begitu, pihaknya mengaku belum dapat memastikan pasien itu meninggal dunai murni karena Campak.
"Karena pasien anak saat itu masih berada di UGD, salah satu diagnosa penyakitnya adalah Campak, tapi belum bisa kita pastikan murni karena Campak," kata Gunadil.
Dia menyampaikan gejala khas penderitaan Campak ialah demam, ruang, disertai batuk dan mata merah.
Disebutkan penularan virus Campak ini bisa lewat bersin atau baruk, percikan virus dari mulut.
Gunadil mengaku telah melakukan penyuluhan lewat 20 Puskesmas yang ada di wilayah Polman.
"Kita minta terapkan prokes, Puskemas kita arahkan untuk selalu memasifkan penyuluhan, dan pemberian imunisasi Campak saat usia sembilan bulan," ungkapnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli
| Bocah Perempuan 3,5 Tahun di Polman Jadi Korban Dugaan Pencabulan Ayah Kandung, Polisi Selidiki |
|
|---|
| Banjir di Pekkabata Polman Surut, Warga Gotong Royong Bersihkan Sisa Lumpur |
|
|---|
| Imigrasi Polewali Mandar Tertibkan Administrasi Kawin Campuran |
|
|---|
| Ketahuan Jual Tabung Gas LPG 3 Kg di Atas HET, Pangkalan di Polman Kena Sanksi PHU |
|
|---|
| 62 Bocah Desa Kurma Polman Ikuti Sunat Massal Gratis, Ada yang Menangis Ketakutan |
|
|---|