Sisa bom molotov, batu, dan pecahan kaca tampak masih berhamburan di lokasi.
Senin, 1 September 2025
Dua personel Polres Majene mengalami luka akibat lemparan batu saat berusaha menghalau massa yang bertindak anarkistis.
Senin, 1 September 2025
Aparat kepolisian bersama warga kemudian bergerak memukul mundur massa dari halaman dan jalan sekitar gedung DPRD.
Minggu, 31 Agustus 2025
Kericuhan pecah ketika massa aksi Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Majene (SPMM) melempari Gedung DPRD dengan bom molotov.
Sabtu, 30 Agustus 2025
Tak berhenti di situ, massa makin beringas dengan melempar batu ke arah aparat kepolisian.
Sabtu, 30 Agustus 2025
Situasi semakin tegang ketika sejumlah mahasiswa melemparkan batu dan bom molotov ke arah bangunan DPRD.
Sabtu, 30 Agustus 2025
Situasi semakin tak terkendali ketika massa membakar ban dan melemparkan sejumlah benda ke arah kompleks kantor dewan.
Sabtu, 30 Agustus 2025
Aksi mahasiswa diwarnai dengan sorakan "revolusi", kibaran bendera, serta barisan massa yang terus menekan di depan gedung DPRD.
Sabtu, 30 Agustus 2025
Bendera hitam dengan simbol tengkorak khas anime populer itu berkibar di tengah kerumunan massa.
Sabtu, 30 Agustus 2025
Dalam orasinya, mahasiswa menegaskan bahwa kepungan ini merupakan bentuk perlawanan atas ketidakadilan.
Sabtu, 30 Agustus 2025
Mahasiswa membentangkan spanduk tuntutan, berorasi secara bergantian, dan membakar ban di tengah jalan sebagai simbol perlawanan.
Sabtu, 30 Agustus 2025
Perhatian itu membuat RK luluh hingga bersedia menuruti ajakan AR untuk bertemu secara langsung.
Jumat, 29 Agustus 2025
Dari hasil penyelidikan awal, pelaku dan korban diketahui berkenalan melalui aplikasi permainan daring.
Jumat, 29 Agustus 2025
Ketua DPD IMM Sulbar, Albar Syam, menyebut peristiwa tersebut bukan sekadar kecelakaan biasa.
Jumat, 29 Agustus 2025
Polisi segera mengamankan pelaku dan memberikan pendampingan kepada korban.
Jumat, 29 Agustus 2025
Menurut Aslan, insiden ini bukan hanya merenggut nyawa warga sipil, tetapi juga mencoreng nama baik institusi kepolisian.
Jumat, 29 Agustus 2025
Polisi menduga pelaku memanfaatkan komunikasi pribadi untuk merayu dan membujuk korban hingga terjadi dugaan kekerasan seksual.
Jumat, 29 Agustus 2025
Audit tersebut dinilai menjadi penentu langkah hukum berikutnya, termasuk kemungkinan penahanan.
Kamis, 28 Agustus 2025
Korban inisia AK ini mengaku, dianiaya atau dipukul oleh ayah tirinya sendiri usai mendapat perlakuan tak senonoh dari sang pelaku
Kamis, 28 Agustus 2025
Terduga pelaku ayah tiri korban SA sudah diperiksa dan masih dalam proses pengambilan keterangan. Pemeriksaan awal membenarkan pemukulan
Kamis, 28 Agustus 2025