Opini
Setelah Salim S. Mengga: Siapa Bisa Menyamai, Bukan Sekadar Mengisi?
Kebanyakan orang mengantar kepergian Salim S. Mengga dengan deretan kisah, fragmen kenangan yang disusun rapi agar duka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/rfgrfrhulo98p.jpg)
Siapa pun yang akan mengisi posisi ini tidak bisa dipandang sekadar sebagai pengganti. Ia harus diposisikan sebagai penerus nilai yang mampu menjaga integritas, menunjukkan keberanian berpihak, dan memiliki komitmen nyata untuk melayani.
Keputusan yang diambil hari ini tidak hanya berdampak pada masa jabatan yang akan datang, tetapi juga pada struktur politik secara keseluruhan. Ia akan membentuk budaya organisasi, mempengaruhi pola pengambilan keputusan, dan menentukan kualitas hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Jika yang terpilih adalah figur yang kuat secara nilai, maka dampaknya akan memperkuat institusi dan meningkatkan kepercayaan publik. Sebaliknya, jika yang terpilih hanyalah hasil kompromi, maka dalam jangka panjang ia berpotensi melemahkan legitimasi pemerintahan.
Di titik krusial ini, persoalan ini bukan sekadar tentang siapa yang akan menjadi Wakil Gubernur. Ia adalah tentang arah masa depan Sulawesi Barat. Apakah daerah ini akan tetap berpegang pada standar kepemimpinan berbasis nilai? Ataukah akan mengikuti arus pragmatisme politik yang cenderung menurunkan kualitas?
Jawaban atas pertanyaan ini tidak hanya ditentukan oleh elite politik, tetapi juga oleh masyarakat. Dalam sistem demokrasi, kualitas kepemimpinan adalah refleksi dari kualitas tuntutan publik. Jika publik menerima standar rendah, maka standar itu akan terus direproduksi. Sebaliknya, jika publik menuntut lebih, maka sistem akan dipaksa untuk beradaptasi.
Warisan Salim S. Mengga menjadi penting dalam konteks ini. Ia bukan sekadar bagian dari masa lalu, tetapi referensi untuk masa depan. Dan di titik sunyi itu, pertanyaan tersebut tetap berdiri, menunggu jawaban yang jujur.Apakah yang dicari adalah pemimpin yang mampu menyamai, atau sekadar figur yang mengisi kekosongan? Karena dari jawaban itulah, masa depan Sulawesi Barat sedang dipertaruhkan.(*)