RSUD Mamuju
Dipanggil DPRD Polman, Pihak RSUD Mamuju Curhat Minta Bantuan Anggaran untuk Obat
Salah satu poin krusial mencuat adalah laporan seorang pasien disebut-sebut tidak mendapatkan penanganan dari dokter selama empat hari.
Penulis: Andika Firdaus | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Rumah-Sakit-Umum-Daerah-RSUD-Mamuju-mela.jpg)
Beberapa dokter harus membagi konsentrasi karena adanya kegiatan lain kata Sulfiah.
"Meskipun ada empat pemenuhan dokter dengan masing-masing dua dokter, jumlah tersebut masih belum mencukupi,"ungkapnya.
Ia berharap, DPRD membantu dalam rapat pembahasan anggaran terutama di perubahan.
"Karena memang untuk memberikan pelayanan yang baik tidak terlepas dengan anggaran-anggaran yang ada,"terangnya.
Sulfiah juga meminta pemenuhan kebutuhan obat di RS selain sarana dan prasarana.
"Jadi kami juga berharap DPRD menjembatani agar pemerintah bisa membantu dari segi anggaran walaupun memang sistem RS itu sudah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) jadi apa yang kita dapatkan itu yang kita gunakan,"ungkapnya.
Laporan Wartawan Tribun Sulbar Andika Firdaus
| Pembelaan RSUD Mamuju Diprotes Karena Amputasi Jempol Pasien Tanpa Persetujuan Orangtua |
|
|---|
| RSUD Mamuju Nunggak Bayar Listrik Rp 43 Juta, PLN Peringatkan Lalu Dilunasi |
|
|---|
| Pelayanan Disoroti, DPRD Bentuk Pansus Cek SOP RSUD Mamuju |
|
|---|
| Direktur RSUD Mamuju Bantah Bayi Meninggal karena Padam Listrik, Sebut Lambat Dibawa ke Rumah Sakit |
|
|---|
| PMII Minta Bupati Sutinah Copot Direktur RSUD Mamuju |
|
|---|