Kasus Perceraian
16 Hari, 63 Pasutri Ajukan Permohonan Perceraian ke Pengadilan Agama Mamuju
"Penyebab perceraian peling sering masalah ekonomi dan munculnya orang ketiga menimbulkan pertengkaran," ujar Fauzan.
Penulis: Andika Firdaus | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Pengadilan-Agama-Mamuju.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pengadilan Agama Kelas IB Mamuju menerima 63 permohonan perceraian sepanjang Januari 2025.
Panitera Pengadilan Agama Mamuju M Fauzan menjelaskan, dari 63 permohonan perceraian terdiri dari 17 cerai talak dan 46 cerai gugat.
Baca juga: Angka Perceraian di Pasangkayu Tahun 2024 Meningkat, Tembus 158 Perkara
"Cerai talak diajukan oleh suami, cerai gugat diajukan oleh istri," jelas Fauzan saat ditemui di Kantor Pengadilan Agama, Kamis (16/1/2025) siang.
Fauzan mengungkapkan beberapa faktor tinggi permohonan, mulai dari masalah ekonomi, perselingkuhan, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
"Penyebab perceraian peling sering masalah ekonomi dan munculnya orang ketiga menimbulkan pertengkaran," ujar Fauzan.
Dikatakan, rata-rata ajukan permohonan perceraian 30 sampai 45 tahun.(*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Andika Firdaus
| Faktor Judi Online dan KDRT Jadi Penyebab Angka Perceraian di Polman Melonjak di 2025 |
|
|---|
| Pengadilan Agama Polman Catat 624 Janda Baru Memasuki Awal 2026, Masih Ada 55 Proses Cerai |
|
|---|
| 250 Wanita di Pasangkayu Resmi Menjadi Janda Baru hingga Akhir 2025 |
|
|---|
| 781 Kasus Cerai Ditangani Pengadilan Agama Polman, Terbanyak Diajukan Istri karena Perselingkuhan |
|
|---|
| 38 Kasus Cerai Majene Juli - Agustus 2024, Penyebab Ekonomi Hingga Istri Ditinggal Lama Oleh Suami |
|
|---|