OPINI

Bully Lagi, Bully Terus, Stop Bully!

Dalam kurun waktu 9 tahun terakhir, sejak 2011 hingga 2019 kasus bullying mencapai 37.381 aduan yang masuk ke (KPAI)

Editor: Hasrul Rusdi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi Bullying: Bully Lagi, Bully Terus, Stop Bully! 

Dan bukan pula muslim yang baik jika ia tidak mau menyelamatkan muslim yang lain dengan kebaikan lisan dan tangannya yang menimpa mereka.

Sebagaimana firman Allah SWT, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada
Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (TQS. Al-Ahzab 70-71)

Islam sebagai agama dan ideologi yang memiliki aturan yang lengkap dan paripurna, sudah pasti memiliki cara sahih dalam menjaga generasi dari berbagai faktor, yang memicu baik fisik, mental, serta pemikirannya. Yakni, menanamkan akidah secara kokoh di usia dini.

Disinilah orang tua memaksimalkan perannya mendidik anak sesuai syariah, agar anak siap menjalani kehidupan dan memahami tujuan hidupnya.

Yaitu hanya beribadah kepada Allah SWT, dengan menjadikan segala aktivitasnya terikat dengan aturan dan larangan-Nya.

Negara juga punya peran dalam berupaya memberantas segala bentuk yang menjadi penyebab kerusakan generasi.

Seperti, tontonan negatif atau tontonan yang jauh dari mendidik anak, bully, memblokir tayangan yang berbau kekerasan, dll. Juga memberikan sanksi tegas atas segala pelanggaran hukum syara yang terjadi.

Dengan demikian, generasi terhindar dari segala perilaku negatif seperti bully membully dan perilaku negatif lainnya, sehingga generasi akan hidup dengan baik, dan terjaga baik fisik, mental ataupun pemikirannya.

Selain itu, juga harus dipahami bahwa kita semua (manusia) itu memiliki derajat yang sama di mata Allah SWT. Ukuran tinggi derajat seseorang dalam pandangan Islam bukan ditentukan oleh nenek moyangnya, kebangsaannya, warna kulit, bahasa, dan jenis kelaminnya. Melainkan ditentukan oleh ketakwaannya kepada Allah SWT.

Oleh karenanya, menghentikan kasus bullying ini tidak cukup dengan kecaman semata, tetapi dibutuhkan peran negara dalam segala aspek untuk menjaga dan melindungi remaja dari berbagai pengaruh negatif.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved