TOPIK
Nelayan Hilang
-
Penghentian pencarian dilakukan setelah tim gabungan tidak menemukan titik terang selama delapan hari operasi pencarian.
-
Arhamuddin menjelaskan, pelimpahan pencarian dilakukan berdasarkan hasil evaluasi tim di lapangan.
-
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kini memasuki hari kedua dengan fokus penyisiran perairan Kecamatan Sarjo ke arah utara.
-
Ia menambahkan, untuk memaksimalkan pencarian, tim saat ini juga menunggu bantuan dari Basarnas Provinsi berupa kapal pencarian.
-
Pencarian sempat terkendala cuaca buruk di perairan Pasangkayu selama dua hari terakhir.
-
Sebanyak 9 personel BPBD dan 4 personel Basarnas dikerahkan menggunakan perahu karet.
-
Dengan dihentikannya pencarian, Basarnas Majene pastikan nelayan tersebut telah hilang.
-
Dengan dihentikannya pencarian, Basarnas Majene pastikan nelayan tersebut telah hilang.
-
Rian diketahui melaut seorang diri pada Kamis (27/2/2025) pukul 07.30 WITA menggunakan perahu kecil.
-
Tim SAR gabungan bersama nelayan setempat telah melakukan pencarian intensif sejak laporan kehilangan diterima namun belum ditemukan
-
Tim SAR Majene bersama nelayan setempat telah melakukan pencarian intensif selama 3 hari, tetapi belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
-
Tim SAR gabungan bersama nelayan setempat telah melakukan pencarian intensif sejak laporan kehilangan diterima.
-
Keduanya pergi melaut pada Selasa 31 Desember 2024 dan berhasil ditemukan pada Sabtu (4/1/2025) di Donggala, Sulteng
-
pantauan Tribun-Sulbar.com dari sejumlah akun media sosial ditemukan bahwa, kedua nelayan asal Desa Babana benar ditemukan di Donggala, Sulteng.
-
Kedua nelayan tersebut bernama Tasdi (36) dan Ulla (38) asal Desa Babana, Kecamatan Budong-budong.
-
Selain mengerahkan personel, Basarnas Pasangkayu juga memberikan bantuan berupa logistik.
-
Kondisi cuaca ekstrem menjadi penghalang bagi tim gabungan melakukan pencarian.
-
Selain BPBD Mateng dan Basarnas, masyarakat dan pihak keluarga korban turun melakukan pencarian.
-
Kedua nelayan tersebut bernama Tasdi (36) dan Ulla (38) asal Desa Babana, Kecamatan Budong-budong.
-
Dia berangkat dari rumahnya dengan tujuan pergi memancing bersama empat rekannya, Ridwan, Samsul, Abdul Rasid dan Budiman.
-
Herman yang tengah melakukan aktivitas di perairan Pasangkayu, diduga hilang akibat cuaca buruk yang terjadi di wilayah tersebut.
-
Ialah Suparman pria 55 tahun dinyatakan hilang, Sabtu (9/11/2024) dan belum ditemukan hingga saat ini.
-
Memasuki hari ketujuh (sepekan), tim gabungan memutuskan berhenti melakukan pencarian.
-
Tim satu terdiri dari rescue kantor SAR Mamuju, tim ini menyisir menggunakan perahu karet seluas 8 Notical Mil (NM) kearah timur dari TKP.
-
Polairud menerjunkan satu tim terdiri dari tujuh orang dan Tagana dua tim sebanyak 15 orang, ditambah tim pencari lima orang dan 12 orang tim Dapur Um
-
Sejumlah tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri serta warga sekitar kembali dikerahkan mencari korban, Senin (11/11/2024).
-
Menurut informasi salah satu keluarga korban, setelah tiba di tujuan korban melakukan aktivitas seperti biasa hingga sore hari.
-
Kasat Polairud Polres Mamuju Tengah, IPTU Jasman, menyatakan pihaknya segera melakukan koordinasi dengan tim gabungan.
-
Korban ditemukan di perairan desa Lumu, Kecamatan Budong-Budong sekitar 12 mil dari daratan.
-
Saksi atas nama Rusdian (50) menyatakan sempat melihat korban yang hendak menuju pulang berkisar Pukul 13.10 Wita.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved