Nelayan Hilang
Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian Nelayan Karossa Hilang di Perairan Sarjo
Ia menambahkan, untuk memaksimalkan pencarian, tim saat ini juga menunggu bantuan dari Basarnas Provinsi berupa kapal pencarian.
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Tim-Gabungan-apel-saat-hendak-melakukan-pencarian-hari-kedua.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tim gabungan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan Satpol PP lanjut pencarian hari kedua nelayan Karossa hilang di perairan Desa Sarjo.
- Area pencarian berpotensi diperluas ke perairan Donggala, Sulawesi Tengah, setelah perahu dan barang korban ditemukan di Bone Oge, namun terkendala keterbatasan alat dan cuaca buruk.
- Operasi pencarian dilakukan maksimal tujuh hari sesuai SOP dan bisa diperpanjang tiga hari jika ada tanda-tanda keberadaan korban; dugaan sementara mesin perahu rusak.
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Tim gabungan terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan Satpol PP kembali melanjutkan pencarian hari kedua terhadap seorang nelayan asal Kecamatan Karossa dilaporkan hilang di perairan Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu.
Tim gabungan terdiri dari 6 personel BPBD Pasangkayu, 3 personel TNI, 6 personel Polri, 1 personel Satpol PP, serta 6 personel Basarnas.
Dalam operasi pencarian, tim menggunakan satu unit rubber boat.
Baca juga: Kronologi Nelayan Hilang Saat Melaut di Desa Sarjo Pasangkayu, Mesin dan Perahu Terpisah
Pencarian dilakukan sambil menunggu arahan lebih lanjut dari Basarnas Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Salah satu anggota Basarnas Pasangkayu, Andrie, mengatakan, pihaknya kemungkinan akan memusatkan area pencarian ke wilayah perairan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
“Hal ini karena perahu serta sejumlah barang milik korban ditemukan di Kelurahan Bone Oge, Kabupaten Donggala,” ujar Andrie.
Ia menambahkan, untuk memaksimalkan pencarian, tim saat ini juga menunggu bantuan dari Basarnas Provinsi berupa kapal pencarian.
Menurutnya, peralatan yang tersedia di lapangan masih terbatas.
“Peralatan kami cukup minim, sehingga masih menunggu bantuan tambahan dari Basarnas Provinsi,” jelasnya.
Andrie menegaskan, pencarian akan terus dilakukan hingga batas waktu tujuh hari sesuai dengan standar operasi.
Apabila dalam waktu tersebut korban belum ditemukan, maka operasi pencarian akan dihentikan.
“Namun, jika setelah tujuh hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka masa pencarian masih bisa diperpanjang selama tiga hari,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Pasangkayu, Arhamuddin, mengungkapkan, selain keterbatasan sarana dan prasarana, pencarian juga terkendala oleh kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
“Cuaca menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian di laut,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya, nelayan tersebut dilaporkan turun melaut sejak Sabtu (20/12/2025).
Hingga kini, korban belum ditemukan.
Dugaan sementara, mesin perahu korban mengalami kerusakan dan diperparah oleh cuaca buruk yang terjadi saat itu.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
| 7 Hari Pencarian Tak Membuahkan Hasil, Nelayan di Majene Dinyatakan Hilang |
|
|---|
| Cuaca Buruk Hambat Pencarian Nelayan Hilang di Majene, Hari ke 6 Masih Nihil |
|
|---|
| Hingga Hari ke Lima Nelayan Hilang di Perairan Majene Belum Ditemukan,Pencarian Diperluas 50 Mil |
|
|---|
| Hari Ketiga Pencarian, Nelayan Majene yang Hilang di Laut Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas |
|
|---|
| Nelayan Majene Hilang di Lautan Perahunya Ditemukan Terdampar SAR Terjunkan Tim Cari Korban |
|
|---|