Rabu, 20 Mei 2026

Nelayan Hilang Pasangkayu

Kronologi Nelayan Hilang Saat Melaut di Desa Sarjo Pasangkayu, Mesin dan Perahu Terpisah

Sementara itu, badan perahu korban ditemukan sekitar 18 mil dari daratan, menandakan kemungkinan terjadi insiden serius di laut

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Kronologi Nelayan Hilang Saat Melaut di Desa Sarjo Pasangkayu, Mesin dan Perahu Terpisah
Istemewa
NELAYAN HILANG-Arhamuddin, Kalaksa BPBD Pasangkayu saat menemui warga Donggala yang menemukan perahu nelayan asal Sarjo hilang sejak Kamis (25/12/2025). Sampai saat ini, pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang nelayan asal Karossa, Hasanuddin, dilaporkan hilang sejak Sabtu (20/12/2025) saat melaut di perairan Desa Sarjo, Pasangkayu, setelah perahunya mengalami kerusakan mesin.
  • Badan perahu korban ditemukan sekitar 18 mil dari daratan, sementara mesin kapal terpisah di lokasi berbeda, memicu kekhawatiran akan insiden serius di tengah laut.
  • Tim gabungan BPBD, TNI-Polri, Basarnas, dan nelayan setempat terus melakukan pencarian intensif terhadap korban hingga berita ini diturunkan.

 


TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Seorang nelayan asal Karossa Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, dilaporkan hilang sejak Sabtu (20/12/2025) saat melaut di perairan Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu.

Korban diketahui bernama Hasanuddin.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Jamaluddin, yang ditemui di Pantai Sarjo, Kamis (26/12/2025), korban terakhir kali terlihat turun melaut sekitar pukul 03.00 WITA dini hari.

Sebelum berangkat, Jamaluddin mengaku sempat membantu korban memperbaiki mesin perahu yang mengalami kerusakan. 

Baca juga: Dorong Optimalisasi PAD dan Percepatan Belanja, Gubernur Suhardi Duka Pimpin HLM Evaluasi APBD 2025

Baca juga: BREAKING NEWS : Nelayan di Desa Sarjo Pasangkayu Dilaporkan Hilang, Kapal Ditemukan Tenggelam

Bahkan, ia sempat melarang Hasanuddin untuk melaut terlebih dahulu karena kondisi mesin yang belum sepenuhnya normal.

“Waktu itu mesin perahunya sempat rusak. Saya sudah larang supaya jangan dulu melaut, tapi sekitar jam tiga subuh dia turun tanpa sepengetahuan saya,” ujar Jamaluddin.

Ia menjelaskan, saat korban berangkat, kondisi cuaca di laut masih terpantau baik. Namun, sekitar satu jam kemudian, cuaca berubah memburuk.

“Awalnya cuaca bagus, tapi setelah kurang lebih satu jam, cuaca mulai tidak baik,” ucapnya.

Selain faktor cuaca, Jamaluddin menduga kerusakan mesin perahu menjadi salah satu penyebab utama terjadinya insiden tersebut. 

Sejak keberangkatan korban, tidak ada lagi komunikasi yang terjalin.

Awalnya, keluarga tidak terlalu khawatir karena menurut keterangan istri korban yang berada di Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Hasanuddin memang kerap melaut hingga lima hari. 

Namun, kekhawatiran mulai muncul setelah beberapa kali dihubungi, handphone korban tidak pernah aktif.

Merasa cemas, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke BPBD dan Basarnas Pasangkayu untuk dilakukan pencarian.

Sementara itu, badan perahu korban ditemukan sekitar 18 mil dari daratan, menandakan kemungkinan terjadi insiden serius di tengah laut. 

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved