Rabu, 20 Mei 2026

Nelayan Hilang Pasangkayu

Nelayan Asal Karossa Hilang di Laut Pasangkayu,Sempat Dilarang Melaut Karena Mesin Perahu Rusak

Sebelum berangkat melaut, Jamaluddin sempat membantu korban memperbaiki mesin perahunya karena rusak.

Tayang:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Nelayan Asal Karossa Hilang di Laut Pasangkayu,Sempat Dilarang Melaut Karena Mesin Perahu Rusak
Taufan/Taufan
NELAYAN HILANG-Jamaluddin, rekan nelayan asal Karossa Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, dilaporkan hilang sejak Sabtu (20/12/2025) saat melaut di perairan Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, saat diwawancarai. 

Ringkasan Berita:
  • Hasanuddin, nelayan asal Karossa, Mamuju Tengah, hilang saat melaut di perairan Desa Sarjo, Pasangkayu, sejak sepekan lalu, diduga akibat kerusakan mesin perahu dan cuaca memburuk.
  • Badan perahu korban ditemukan sekitar 18 mil dari daratan, sementara mesin terpisah di lokasi berbeda, menimbulkan dugaan insiden serius di laut.
  • Tim gabungan BPBD, TNI-Polri, Basarnas, dan nelayan masih melakukan pencarian intensif untuk menemukan korban hingga berita ini diturunkan.

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Hasanuddin, nelayan asal Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar), dikabarkan hilang sejak sepekan lalu.

Korban dilaporkan hilang saat melaut atau pergi mencari ikan di perairan Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu.

Keluarga korban, Jamaluddin, mengatakan, korban terakhir kali terlihat sekitar pukul 03.00 Wita dini hari, sebelum dikabarkan hilang.

Sebelum berangkat melaut, Jamaluddin sempat membantu korban memperbaiki mesin perahunya karena rusak.

Baca juga: 648 Gerai Koperasi Merah Putih Dibangun dari Desa hingga Kota, Diklaim Dongkrak Ekonomi Sulbar

Baca juga: Gegera Tenant UMKM Belum Dibongkar Pasca HUT, Alun-alun Tobadak Dibersihkan Secara Bertahap

Ia bahkan sempat melarang korban pergi melaut, sebab kondisi mesin perahunya bermasalah meski sudah diperbaiki.

“Waktu itu mesin perahunya sempat rusak. Saya sudah larang supaya jangan dulu melaut, tapi sekitar jam tiga subuh dia turun tanpa sepengetahuan saya,” ujar Jamaluddin mengenakan kaos merah saat ditemui Tribun-Sulbar.com di Pantai Sarjo, Jumat (26/12/2025).

Ia menjelaskan, saat korban berangkat, kondisi cuaca di laut masih terpantau baik. 

Namun, sekitar satu jam kemudian, cuaca berubah memburuk.

“Awalnya cuaca bagus, tapi setelah kurang lebih satu jam, cuaca mulai tidak baik,” katanya.

Selain faktor cuaca, Jamaluddin menduga kerusakan mesin perahu menjadi salah satu penyebab utama terjadinya insiden tersebut. 

Sejak keberangkatan korban, tidak ada lagi komunikasi yang terjalin.

Awalnya, keluarga tidak terlalu khawatir karena menurut keterangan istri korban yang berada di Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Hasanuddin memang kerap melaut hingga lima hari. 

Namun, kekhawatiran mulai muncul setelah beberapa kali dihubungi, handphone korban tidak pernah aktif.

Merasa cemas, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke BPBD dan Basarnas Pasangkayu untuk dilakukan pencarian.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved