Idul Adha
Melihat 'Bagong', Sapi Kurban Hitam Pekat Berbobot Nyaris 1 Ton Milik Warga Pedanda Pasangkayu
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pengecekan fisik, suhu tubuh, kondisi mulut,
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/sapi-kurban-pas.jpg)
Ringkasan Berita:
- Sapi kurban jenis Angus bernama “Bagong” berbobot sekitar 700 kilogram mencuri perhatian warga di Desa Pedanda, Pasangkayu jelang Idul Adha 1447 Hijriah.
- Tim dokter hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasangkayu memastikan sapi tersebut dalam kondisi sehat dan layak dikurbankan setelah menjalani pemeriksaan menyeluruh.
- Pemilik sapi, Gusno, menyebut “Bagong” merupakan hasil pengembangan kelompok ternak warga yang mendapat pendampingan pemerintah sejak tahun 2012.
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Seekor sapi kurban berbobot sekitar 700 kilogram milik warga Desa Pedanda, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, mencuri perhatian menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Sapi jenis Angus bernama “Bagong” itu dipastikan dalam kondisi sehat setelah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasangkayu, Rabu (20/5/2026).
Tubuhnya yang besar dengan warna hitam pekat tampak memenuhi kandang ternak milik Kelompok Hewan Sejahtera. Sejumlah warga bahkan ikut menyaksikan proses pemeriksaan karena ukuran sapi yang tidak biasa.
Baca juga: 2 Shio Hari Ini Bernasib Boncos, Shio Tikus Gegara Uang Ribut dengan Pasangan, Macan Proyek Delay
Baca juga: BMKG Catat Belasan Gempa Guncang Sulsel, Sulbar, Sulteng dan Sultra, Pertama Terjadi di Mamasa
Dokter hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasangkayu, drh. Murtafiah mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban aman dikonsumsi dan bebas dari penyakit menular.
“Hewan kurban harus dipastikan sehat dan layak disembelih, mulai dari kondisi fisik, umur, kesehatan mulut dan kaki hingga bebas penyakit,” ujar Murtafiah.
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pengecekan fisik, suhu tubuh, kondisi mulut, kaki hingga pernapasan sapi.
Dari hasil pemeriksaan, “Bagong” memiliki bobot sekitar 700 kilogram dengan lingkar badan mencapai 246 sentimeter, panjang badan 310 sentimeter dan tinggi badan 235 sentimeter.
Menurut Murtafiah, pemeriksaan hewan kurban dilakukan dalam dua tahapan, yakni ante mortem sebelum penyembelihan dan post mortem setelah hewan dipotong.
“Setelah disembelih nanti, organ dalam juga diperiksa untuk memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, pemilik sapi kurban, Gusno, mengatakan sapi tersebut merupakan hasil pengembangan kelompok ternak warga yang mendapat pendampingan pemerintah sejak 2012.
Ia mengaku bersyukur karena kelompok ternak di Desa Pedanda terus berkembang dari tahun ke tahun, baik dari jumlah sapi maupun fasilitas kandang.
“Sapi ini hasil pengembangan kelompok melalui program stimulasi ternak. Insyaallah akan dikurbankan untuk masyarakat Desa Pedanda,” katanya.
Menjelang Idul Adha, Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasangkayu terus melakukan pemeriksaan hewan kurban di sejumlah kecamatan guna memastikan seluruh hewan yang akan disembelih dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
| Harga Hewan Kurban di Mamuju Naik Rp500 Ribu Hingga Sejuta Daya Beli Warga Turun |
|
|---|
| Warga Mamuju Tak Perlu Khawatir, Agen Siapkan Truk Tambahan Elpiji 3 Kg Antisipasi Idul Adha |
|
|---|
| Harga Ayam Potong di Pasangkayu Jelang Idul Adha: Ukuran Jumbo Rp 75 Ribu |
|
|---|
| Hukum Berkurban untuk Orang Meninggal Dunia, Ini Syarat saat Menyembelih |
|
|---|
| Warga Desa Pulliwa Polman Sembelih 15 Ekor Sapi Kurban, Semua Warga Dapat 1 Kg Daging |
|
|---|