TOPIK
Dana Desa Dicuri
-
Warga menuntut Pj Kepala Desa segera mengganti kerugian negara sebelum Anggaran Dana Desa (ADD) tahap selanjutnya dicairkan.
-
Pendemo berkumpul sejak pagi hari, dan berjalan menuju kantor desa membawa berbagai spanduk dan poster bertulis tuntutan.
-
Selain saksi, polisi juga mengumpulkan barang bukti seperi rekaman CCTV, keterangan saksi-saksi hingga dokumen
-
Meski telah naik ke tahap penyidikan, pihak kepolisian belum mengumumkan calon tersangka dalam kasus ini.
-
Recky mengatakan pihaknya akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus dana desa tersebut hingga tuntas
-
Ia mengaku telah memanggil langsung Pj Kepala Desa Tapandullu untuk meminta klarifikasi terkait insiden ini.
-
Syarifuddin mengungkapkan, hingga kini kasus tersebut masih ditangani oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat.
-
Yakub menegaskan, dana tersebut harus tetap disalurkan kepada masyarakat, terutama untuk bantuan langsung tunai (BLT) kepada warga miskin
-
Polisi mencoba megnidentifikasi wajah pelaku dari rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.
-
Hanya dalam waktu 5 menit uang dana desa untuk bantuan BLT Warga itu lenyap di bawa kabur maling, pada Senin (16/6/2025) lalu
-
Kompol Recky Wijaya mengatakan, pengumpulan informasi terus dilakukan untuk memperjelas pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini.
-
Ketua BPD Tapandullu, Haris, menyampaikan dana tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, terutama untuk penyaluran bantuan khusus (bansus)
-
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulbar, Kombes Pol Slamet Wahyudi, mengungkapkan bahwa kasus ini masih dalam tahap pendalaman
-
Rekaman CCTV tidak banyak membantu karena pelaku menggunakan helm yang menutupi wajah.
-
Ketua BPD Tapandullu, Haris, menyampaikan dana tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, terutama untuk penyaluran bantuan khusus (bansus).
-
Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Slamet Wahyudi, mengungkapkan, kasus ini masih proses penyilidikan oleh polisi
-
Meski menyatakan siap mengganti uang Rp388 juta tersebut, Jumardin mengaku masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian
-
Plt Kepala Desa Tapandullu Jumardin mengaku uang ratusan juta tersebut baru saja ditarik dari Bank BPD Sulbar.
-
Dana tersebut rencananya akan disalurkan hari ini kepada masyarakat penerima, namun dipastikan gagal akibat pencurian.
-
Ia menegaskan, penyaluran BLT yang telah dijadwalkan untuk 29 keluarga penerima manfaat (KPM) kini dipastikan gagal akibat insiden tersebut.
-
Suhardi Duka menegaskan dana desa harus dipertanggungjawabkan, dan siapa pun yang lalai harus bertanggung jawab.
-
Menurut Sugianto, pencopotan Jumardin penting dilakukan sebagai bentuk pembelajaran bagi pejabat desa lainnya agar lebih berhati-hati, dan profesional
-
Dana tersebut rencananya akan disalurkan hari ini kepada masyarakat penerima, namun dipastikan gagal akibat pencurian.
-
Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tapandullu, Haris, mengaku warga yang seharusnya menerima bantuan kini merasa kecewa dan resah.
-
Haris meminta agar warga tetap tenang dan menyerahkan kasus ini kepada pihak berwajib. Ia menegaskan penyaluran BLT dipastikan gagal
-
Ia menegaskan, penyaluran BLT yang telah dijadwalkan untuk 29 keluarga penerima manfaat (KPM) kini dipastikan gagal akibat insiden tersebut.
-
Usai mengambil uang di dalam kantong plastik hitam yang berada di kursi tengah, pelaku kemudian buru-buru meninggalkan lokasi.
-
Ia menyampaikan, pihaknya masih mengumpulkan keterangan para saksi dan bukti-bukti di lapangan untuk mengungkap pelaku pencurian.
-
Menurut Said, setelah pencairan, uang dibawa langsung oleh Jumardin menggunakan mobil pribadinya.
-
Jumardin menjelaskan, dana BLT tersebut sedianya akan dibagikan kepada 29 keluarga penerima manfaat.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved