TOPIK
Banjir Mamasa
-
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun-Sulbar.com, banjir disebabkan luapan sungai kecil di tengah permukiman warga.
-
Dia menyebut, ada sekitar tiga kilometer jalan penghubung Desa Burana dan Pangandaran masih terputus akibat longsor.
-
David mengungsi ke tempat keluarganya bersama istri setelah rumahnya rusak diterjang banjir bandang.
-
"Kita sudah operasikan alat berat membuka akses ke Desa Pangandaran," sambungnya.
-
Hajai menyampaikan, vaksin aman bagi kesehatan masyarakat. Selain itu, melalui proses vaksinasi, juga dapat meminimalisir penularan Covid-19.
-
Dia menjelaskan, di situasi bencana saat ini, potensi penularan Covid-19 justru lebih tinggi.
-
"Yang kita utamakan ini berupa kebutuhan pokok. Seperti mie instan, air mineral dan kebutuhan lainnya," ungkap Rahmat.
-
Kepala Dinas Kesehatan Mamasa, Hajai S Tanga menjelaskan, hari ini merupakan hari ketiga dinas kesehatan membuka layanan kesehatan.
-
Setelah akses jalan terbuka, dilanjutkan pendataan warga terdampak bemcana, sambil memperbaiki rumah yang masih layak difungsikan.
-
Arus sungai menyapu semua isi rumahnya hingga yang tersisa hanya satu buah lemari kayu.
-
Kepala Bidang Bina Marga PUPR Mamasa, Oktovianus mengatakan, sejak pagi tadi pihaknya telah membuka akses.
-
Kepala Desa Burana, Mitring mengatakan ada ratusan orang mengungsi akibat rumahnya tidak dapat ditinggali.
-
Dia menyebut, ada sebanyak 104 kepala keluarga (KK) mengalami kerugian akibat perkebunannya diterjang longsor.
-
Kondisi ini kata Ronal, kian diperparah sulitnya warga mendapat pasokan air bersih.
-
Hujan lebat yang mengguyur wilayah itu pada Kamis (2/9/2021) malam, menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor.
-
Menurut dia, banjir dan longsor diakibatkan hujan lebat sejak Kamis (2/9/2021) kemarin, hingga dini hari tadi.
-
Ketiga itu adalah Desa Burana, Desa Lakahang Utama dan Lingkungan Kalambangan, Kelurahan Lakahang.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved