TOPIK
Banjir Mamasa
-
Jembatan darurat ini dibangun sebagai respons terhadap bencana banjir yang terjadi Kamis, 23 Januari pekan lalu, yang menyebabkan kerusakan
-
Dalam kunjungannya, Welem menyerahkan bantuan sembako kepada ratusan warga yang terdampak
-
Akibatnya petani di Nosu mengalami kerugian besar karena lahan pertanian mereka yang sudah siap panen kini terendam lumpur
-
Peristiwa ini diakibatkan tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (23/1/2025) kemarin sore hingga malam.
-
Puluhan hektar sawah milik petani di dua desa yakni Desa Lambanan dan Desa Tondok bakaru, Kecamatan Mamasa, terdampak.
-
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Distapang Sulbar Abdul Waris Bestari menjelaskan, bantuan beras tersebut merupakan cadangan beras pemerintah (CBP) Pempr
-
Tingginya curah hujan melanda wilayah Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, mengakibatkan sungai Nosu meluap.
-
Aliansi poros rakyat Mamasa kemudian lakukan penggalangan donasi untuk membantu masyarakat di Kecamatan Nosu yang terdampak banjir itu.
-
Bantuan lima tono beras itu akan dibawa langsung oleh Pj Gubernur Sulbar Prof Zudan Arif ke Kabupaten Mamasa
-
Akibat Curah Hujan Tinggi, Air terjun Sambabo meluap hingga menyebabkan jembatan penghubung Kecamatan Bambang menuju tiga desa terputus.
-
Diketahui hujan deras mengakibatkan Sungai Nosu meluap hingga merendam ratusan hektar persawahan warga pada Rabu (6/3/2023) lalu.
-
Jembatan darutat tersebut dari bambu. Sementara tiangnya menggunakan kayu biasa.
-
Selain rumah, rumah ibadah hingga sekolah juga terdampak banjir di kecamatan Nosu Mamasa ini.
-
Di antaranya Desa Siwi, Desa Batupapan, Desa Minanga, Desa Minanga Timur, Desa Parinding dan Kelurahan Nosu.
-
Kepala BPBD Mamasa, Gusti Hermiawan mengatakan, saat ini asesmem terkait dampak yang ditimbulkan banjir tersebut.
-
Hal ini diduga diakibatkan tingginya curah hujan yang melanda wilayah tersebut mengakibatkan banjir.
-
Bukan hanya banjir, bahkan beberapa titik di ruas jalan poros Desa Pangandaran dan Desa Burana juga terjadi longsor.
-
Material longsor menutup sejumlah ruas jalan dan aliran sungai di Desa Makuang hingga mengakibatkan banjir bandang.
-
Cuaca buruk ini juga menyebabkan longsor di perbatasan Polman - Mamasa, hingga menutup akses jalan kedua kabupaten tersebut, Selasa (21/3/2023).
-
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Mamasa, Andarias mengatakan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.00 wita sore.
-
Bahkan pejalan kaki pun sulit melintas lantaran bebatuan menutupi akses utama penghubung dua kecamatan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).
-
Banjir pandang dan tanah longsor pada 2 September 2021 lalu menyebabkan akses penghubung desa Burana dan Desa Pangandaran terputus.
-
Selain berdampak pada persawahan warga, banjir juga merusak perkebunan warga sekitar 10 hektar.
-
Marthinus juga mengatakan, banjir bandang terjadi di Pangandaran ada kemungkinan akibat dari penebangan kayu.
-
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mamasa, Andarias mengatakan pihaknya masih akan meninjau lokasi banjir.
-
Camat Tabulahan, Marthinas Polopadang mengatakan sawah warga yang sudah digarap terpaksa gagal tanam.
-
"Saat ini kita sementara sinkronisasi anggaran untuk penanganan pasca bencana," ungkap Marthinus Tiranda, Selasa (5/10/2021).
-
Jois Firdaus menyampaikan keprihatinan terhadap Desa Burana pasca dilanda banjir bertubi-tubi.
-
Muh Ilyas menjelaskan, dampak banjir yang terjadi sebelumnya mengakibatkan dasar sungai menjadi dangkal.
-
Pasca banjir bandang dan tanah longsor pada 2 September 2021 lalu, hingga saat ini telah terjadi dua kali banjir susulan.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved