Banjir Mamasa
Wabup Mamasa Marthinus Tiranda Tanggapi Surat Terbuka Terkait Banjir di Desa Burana
"Saat ini kita sementara sinkronisasi anggaran untuk penanganan pasca bencana," ungkap Marthinus Tiranda, Selasa (5/10/2021).
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Hasrul Rusdi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Sungai-meluap-menerjang-rumah-dan-lahan-warga-Desa-Burana-Mamasa.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Beberapa hari terakhir viral di media sosial khususnya pengguna Facebook terkait penanganan dampak bencana di Desa Burana, Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).
Surat terbuka tersebut ditulis pengguna Facebook bernama Jois Firdaus di dinding facebook miliknya, Sabtu (2/10/2021).
Surat itu ditujukan kepada Bupati Mamasa dan DPRD Mamasa.
Jois Firdaus menyampaikan keprihatinan terhadap Desa Burana, Kecamatan Tabulahan, pascadilanda banjir bertubi-tubi.
Menurut Jois, banjir beberapa waktu lalu menyisakan rasa takut bagi masyarakat.
Betapa tidak, tatkala hujan lebat, sungai di desa itu langsung meluap ke permukiman warga.
Karenanya, ia berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mamasa.
Merespon itu, Wakil Bupati Mamasa, Marthinus Tiranda, mengatakan surat terbuka itu dukungan positif terhdap pemerintah dalam penanganan dampak bencana.
Sebagai bentuk respon, pemerintah kata dia, akan berupaya menyelesaikan persoalan Desa Burana, termasuk penyediaan anggaran.
Baca juga: Oknum Anggotanya Aniaya Anak di Bawah Umur, Begini Kata Kapolres Mamasa
Baca juga: Warga Simbuang Korban Hanyut di Sungai Dimakamkan Tak Jauh dari Rumahnya
"Saat ini kita sementara sinkronisasi anggaran untuk penanganan pasca bencana," ungkap Marthinus Tiranda, Selasa (5/10/2021).
Marthinus tak menampik, saat hujan deras, sungai di Desa Buran kerap meluap dan mengancam keselamatan warga, itu karena terjadi pendangkalan sungai.
Sehingga, sungai Desa Buran perlu dilakukan normalisasi.
Namun, menurut dia, normalisasi membutuhkan anggaran besar.
"Kalau itu dilakukan maka kita akan diskusi kepada instansi terkait seperti apa penanganannya," ucapnya.
"Tapi saya pikir normalisasi mesti dilakukan agar permukiman warga tidak terancam saat hujan deras," pungkasnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng