Banjir Mamasa
Surat Terbuka untuk Bupati dan DPRD Mamasa Terkait Banjir Bertubi-tubi di Desa Burana
Jois Firdaus menyampaikan keprihatinan terhadap Desa Burana pasca dilanda banjir bertubi-tubi.
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kondisi-di-Desa-Burana-Kecamatan-Tabulahan-Mamasa-saat-hujan-deras-datang.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - "Surat Terbuka," begitu tertulis mengawali sebuah postingan di beranda Facebook Jois Firdaus.
Pemilik akun yang mengaku warga Desa Burana, Kecamatan Tabulahan.
Jois Firdaus mengirim surat terbuka itu kepada Bupati dan DPRD Mamuju atas musibah banjir bandang terus melandar pemukiman mereka.
Jois Firdaus menyampaikan keprihatinan terhadap Desa Burana pasca dilanda banjir bertubi-tubi.
Menurut Jois, banjir beberapa waktu lalu menyisakan rasa takut bagi masyarakat.
Betapa tidak, tatkala hujan lebat, sungai di desa itu langsung meluap ke permukiman warga.
Dia berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mamasa.
Berikut isi surat terbuka Jos Firdaus untuk Bupati dan DPRD Mamasa, yang ia tulis Sabtu (2/10/2021).
"Surat Terbuka"
Yth. Bupati Mamasa dan DPRD Kabupaten Mamasa
Satu bulan yang lalu tepatnya, 2 September 2021, kampung kami Desa Burana, Kecamatan Tabulahan dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor yang mengakibatkan beberapa rumah warga rusak berat sehingga ada yang kehilangan tempat tinggal.
Dan bahkan seluruh warga desa kami terdampak oleh bencana ini khususnya di sektor perekonomian karena lahan pertanian, dan perkebunan milik kami banyak yang rusak dan ternak milik kami banyak yang hilang oleh karena bencana alam yang mengerikan ini.
Bapak Bupati yang kami banggakan.
Kami memahami bahwa bapak sungguh peduli dengan keadaan yang kami alami.
Dibuktikan dengan kehadiran bapak bersama dengan beberapa kepala dinas dan jajarannya yang sudah mengunjungi kami beberapa minggu lalu dengan membawa bantuan berupa sembako dan jenis bantuan lain.
Serta 2 unit alat berat yang didatangkan oleh Dinas PU secara berganti, dengan tujuan pembersihan lokasi yang terdampak banjir dan tanah longsor ini.