Banjir Mamasa

Sudah 12 Hari Terisolir, Warga Desa Pangandaran Mamasa Terancam Kelaparan

Dia menyebut, ada sekitar tiga kilometer jalan penghubung Desa Burana dan Pangandaran masih terputus akibat longsor.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng
Kondisi jalan menuju Desa Pangandaran, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulbar, masih tertutup. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - 12 hari pasca bencana banjir dan longsor di Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, satu desa masih terisolir.

Ialah Desa Pangandaran.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mamasa, Lonny mengatakan sejak banjir bandang dan longsor di Desa Burana, pemerintah Kabupaten Mamasa telah menyalurkan bantuan.

Pihaknya juga telah membuka akses jalan Lakahang-Burana.

Namun hingga kini, Desa Pangandaran masih terisolasi lantaran sejumlah titik jalan terputus akibat longsor.

"Dinas PUPR tengah mengupayakan membuka akses," ucapnya.

Alat berat yang digunakan mengalami kerusakan sehingga upaya perbaikan akses terkendala.

Dia menyebut, ada sekitar tiga kilometer jalan penghubung Desa Burana dan Pangandaran masih terputus akibat longsor.

"Sabtu kemarin saya masuk, alatnya masih diperbaiki," katanya, Selasa, (14/9/2021).

"Jadi sekarang Pangandaran masih terisolir," sambungnya.

Meski begitu, dia mengaku telah menyalurkan bantuan makanan melalui posko pengungsian di Desa Burana.

Tetapi penyaluran bantuan tidak maksimal karena terkendala akses jalan.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved