Jumat, 15 Mei 2026

Longsor Mamasa

69 Warga Terdampak Longsor dan Banjir di Mamasa Kini Mengungsi ke Rumah Kerabat

Kondisi serupa terjadi di Desa Hahangan, di mana terdapat tiga unit rumah rusak berat dan lima unit rumah rusak ringan. 

Tayang:
Penulis: Suandi | Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto 69 Warga Terdampak Longsor dan Banjir di Mamasa Kini Mengungsi ke Rumah Kerabat
Tribun-Sulbar.com/Tangkapan Layar
LONGSOR MAMASA - Warga terlihat panik saat banjir meluap di Desa Hahangan, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Kamis (14/5/2026) sore. 

Ringkasan Berita:Langkah Penanggulangan BPBD & Tim Gabungan
1. Pembersihan Akses: Memprioritaskan pembersihan kanal dan jalan dari material longsor agar jalur distribusi bantuan logistik ke posko pengungsian terbuka.
2. Validasi Data: Melakukan pendataan mendalam di lapangan untuk memastikan bantuan lanjutan tepat sasaran.
3. Penyaluran Bantuan: BPBD bersama Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan darurat berupa perlengkapan tidur, alat kebersihan, makanan siap saji, serta kebutuhan bayi dan anak-anak.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, mengungkapkan wilayah yang paling terdampak banjir dan longsor berada di Kelurahan Aralle dan Desa Hahangan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

"Hasil pendataan tim di lapangan menunjukkan di Kelurahan Aralle saja terdapat 5 kepala keluarga (KK) dengan total 22 jiwa yang terdampak. Sementara di Desa Hahangan, tepatnya di Dusun Kanang, dampak lebih luas dirasakan oleh 12 KK atau sekitar 47 jiwa," ujar Yasi, Jumat (15/5/2026).

Sehingga total 69 warga terdampak longsor dan banjir tersebut.

Baca juga: Longsor Jebol Dinding Rumah Warga di Aralle Mamasa Total 13 Rumah Terdampak

Baca juga: Panjang 60 Meter dan Lebar 7 Meter Jembatan Sungai Karema Mamuju Target Selesai Sebelum Desember

Total warga terdampak di Kelurahan Aralle, terdapat tiga unit rumah yang masuk kategori Rusak Berat (RB) dan dua unit rumah Rusak Ringan (RR).

Kondisi serupa terjadi di Desa Hahangan, di mana terdapat tiga unit rumah rusak berat dan lima unit rumah rusak ringan. 

Material longsor yang dibawa arus sungai tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga merendam pemukiman warga dengan lumpur.

"Saat ini, sebagian besar warga yang rumahnya mengalami rusak berat terpaksa mengungsi. Mereka memilih tinggal sementara di rumah kerabat atau keluarga terdekat karena kondisi rumah yang sudah tidak aman untuk ditempati," tambah Yasir.

Tingginya jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal membuat BPBD Sulbar bersama instansi terkait terus melakukan pendataan mendalam guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.

Selain pendataan, tim gabungan juga fokus pada pembersihan kanal dan akses jalan yang tertutup material longsor agar bantuan logistik dapat menjangkau titik-titik pengungsian mandiri warga.

"Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, mengingat struktur tanah di lokasi kejadian masih sangat labil dan potensi hujan sedang hingga lebat masih mungkin terjadi," sambung Yasir.

BPBD Sulbar telah bergerak menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Kelurahan Aralle, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa

Yasir menambahkan, kolaborasi antara BPBD dan Dinas Sosial telah menghasilkan penyaluran bantuan yang mencakup perlengkapan tidur, kebersihan, hingga makanan siap saji, khususnya untuk kebutuhan bayi dan anak-anak.

Selain penyaluran bantuan, Muhammad Yasir Fattah juga menginstruksikan staf Kedaruratan dan Logistik untuk terus memantau kondisi cuaca di wilayah Mamasa yang masih berpotensi hujan. 

Jebol Dinding Rumah Warga 

Dalam potongan video pendek beredar, nampak tembok rumah warga jebol akibat terjangan material longsor berupa tanah bercampur ranting pohon.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved