Breaking News:

Banjir Mamasa

Terisolir 5 Hari, Dinas PUPR Mamasa Mulai Buka Akses ke Pangandaran

"Kita sudah operasikan alat berat membuka akses ke Desa Pangandaran," sambungnya.

Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng
Alat berat excavator Dinas PUPR Mamasa buka akses jalan ke Desa Pangandaran, Kecamatan Tabulahan, setelah terisolir lima hari. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Hingga hari kelima pasca bencana banjir dan longsor, masih tersisa satu desa di Kecamatan Tabulahan terisolir.

Agar bantuan bisa tersalur, Pemkab Mamasa melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamasa, mulai membuka akses hari ini, Selasa (7/9/2021).

Kepala Bidang Kedaruratan, Pasamboan Pangloli menjelaskan, banjir dan tanah longsor di Tabulahan melandar tiga desa/keluarahan, terparah di Desa Burana.

Baca juga: Dampak Bencana, Warga di Desa Burana Mamasa Batal Divaksin

Baca juga: PUPR Mamasa Kerahkan 2 Alat Berat Bersihkan Material Longsor dan Banjir di Burana

Tercatat sebanyak 67 rumah dan puluhan hektar sawah serta kebun terdampak banjir dan longsor.

Tetapi hingga kini masih terdapat satu desa terisolir, yakni Desa Pangandaran.

Alat berat excavator Dinas PUPR Mamasa buka akses jalan ke Desa Pangandaran, Kecamatan Tabulahan, setelah terisolir lima hari.
Alat berat excavator Dinas PUPR Mamasa buka akses jalan ke Desa Pangandaran, Kecamatan Tabulahan, setelah terisolir lima hari. (Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng)

"Beruntung karena di Desa Pangandaran tidak ada rumah yang dilaporkan mengalami kerusakan. Hanya akses jalan yang masih tertutup," kata Pasamboan Pangloli.

"Kita sudah operasikan alat berat membuka akses ke Desa Pangandaran," sambungnya.

Dikatakan, ada kemungkinan tujuh hari ke depan, akses jalan ke Desa Pangandaran sudah bisa dilalui.(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Nurhadi Hasbi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved