Breaking News:

Banjir Mamasa

Banjir dan Longsor di Mamasa, 2 Desa Terisolir & 3 Jembatan Terputus

Kondisi ini kata Ronal, kian diperparah sulitnya warga mendapat pasokan air bersih.

Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng
Longsor tutup jalan penghubung Desa Pangandaran dan Burana 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Banjir dan tanah longsor mengakibatkan dua desa di Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat (Sulbar), terisolir.

Dua desa tersebut adalah Desa Pangandaran dan Desa Burana.

Hujan lebat mengguyur wilayah Kecamatan Tabulahan pada Kamis (2/9/2021) lalu, menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor.

Baca juga: Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Mamasa Butuh Bantuan Tenda dan Makanan

Baca juga: VIRAL Warga Mambi Mamasa Tandu Pasien ke Puskesmas Sejauh 7 Kilometer

Akibatnya, dua desa di Kecamatan Tabulahan terisolir selama kurang lebih 30 jam lantaran akses jalan terputus.

Selain menyebabkan akses jalan terputus, banjir dan tanah longsor juga mengakibatkan puluhan rumah warga rusak.

Tak hanya berdampak pada kerusakan rumah warga dan rumah ibadah, banjir juga menerjang puluhan hektar sawah warga.

Seorang warga bernama Ronal mengatakan, pasca banjir akses jalan yang menghubungkan Desa Burana dan Kelurahan Lakahang terputus.

Jalan ini menjadi akses utama Desa Burana dan Pangandaran ke ibu kota Kecamatan Tabulahan.

"Tadi, motor saja sulit melintas karena meterial longsor menutup jalan," ungkap Ronal, Sabtu (4/9/2021) siang.

Kondisi ini kata Ronal, kian diperparah sulitnya warga mendapat pasokan air bersih.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Nurhadi Hasbi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved