Jumat, 22 Mei 2026

Opini

Sinkretisme Agama dan Pengaburan Aqidah Islam, Tasabbuh ?

Terutama pada persoalan persoalan social, ekonomi, toleransi dan budaya yang seharusnya diaffirmasi oleh kita

Tayang:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Sinkretisme Agama dan Pengaburan Aqidah Islam, Tasabbuh ?
Abd Rahman
Awaluddin, Mahasiswa Pasca Sarjana Hukum Keluarga Islam (HKI) STAIN Majene) 

Fenomena sinkretisme agama bukanlah hal baru dalam sejarah umat manusia. Dalam banyak peradaban, percampuran keyakinan dan praktik keagamaan sering terjadi sebagai akibat interaksi budaya, kolonialisme, dan globalisasi. Di Indonesia, sinkretisme dapat ditemukan dalam berbagai tradisi lokal yang menggabungkan unsur Islam dengan kepercayaan pra-Islam.

Dalam konteks modern, sinkretisme sering dikemas dalam narasi toleransi, pluralisme, dan moderasi beragama. Namun, jika tidak dipahami secara proporsional, sinkretisme dapat mengarah pada pengaburan aqidah Islam. Aqidah sebagai fondasi keimanan merupakan aspek paling fundamental dalam Islam yang harus dijaga kemurniannya.

Artikel ini berupaya mengkaji sinkretisme agama dan implikasinya terhadap aqidah Islam secara akademik, dengan menekankan perbedaan antara toleransi sosial dan kompromi teologis.

Konsep Sinkretisme Agama

Secara etimologis, sinkretisme berasal dari bahasa Yunani synkretismos yang berarti penggabungan berbagai aliran atau keyakinan. Dalam kajian agama, sinkretisme dipahami sebagai proses pencampuran ajaran, ritual, dan simbol keagamaan dari berbagai agama yang berbeda.

Sinkretisme dapat muncul dalam bentuk keyakinan, ritual ibadah, maupun simbol-simbol keagamaan. Contohnya adalah penyamaan konsep Tuhan dalam berbagai agama atau penggabungan ritual ibadah Islam dengan praktik kepercayaan lokal.

Dalam perspektif sosiologis, sinkretisme sering dianggap sebagai strategi adaptasi budaya. Namun, dalam perspektif teologi Islam, sinkretisme khususnya dalam aspek aqidah dipandang sebagai ancaman serius terhadap prinsip tauhid.

Aqidah Islam Dan Prinsip Tauhid

Aqidah Islam dibangun di atas prinsip tauhid, yaitu keyakinan akan keesaan Allah SWT. Tauhid merupakan inti ajaran Islam yang membedakan Islam dari agama dan kepercayaan lainnya. Al-Qur’an menegaskan bahwa syirik merupakan dosa terbesar yang tidak diampuni apabila tidak disertai taubat.

Pengaburan aqidah terjadi ketika konsep tauhid dicampur dengan keyakinan lain yang bertentangan, seperti relativisme kebenaran agama atau penyamaan semua agama sebagai jalan keselamatan yang sama.

Para ulama menegaskan bahwa menjaga aqidah termasuk dalam tujuan utama syariat (hifz al-din). Oleh karena itu, segala bentuk pemikiran dan praktik yang berpotensi merusak aqidah harus diwaspadai.

Bentuk-Bentuk Sinkretisme Dalam Masyarakat Muslim

Sinkretisme dalam masyarakat Muslim dapat muncul dalam berbagai bentuk, antara lain:

1. Sinkretisme teologis, yaitu pencampuran konsep ketuhanan.

2. Sinkretisme ritual, yaitu penggabungan ibadah Islam dengan ritual non-Islam.

3. Sinkretisme simbolik, yaitu penggunaan simbol-simbol keagamaan lain dalam konteks ibadah Islam.

Fenomena ini sering muncul dengan dalih budaya atau kearifan lokal. Namun, Islam membedakan secara tegas antara adat yang dibolehkan dan praktik yang bertentangan dengan aqidah.

Pengaburan Aqidah Dan Dampaknya

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved