Opini
Ansor Banser Mengawal Kebijakan Tani Presiden Prabowo
Dalam berbagai kesempatan, Prabowo menegaskan pentingnya kedaulatan pangan sebagai salah satu fondasi utama ketahanan nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Direktur-Lembaga-Profesi-Ekonomi-dan-Keuangan-PB-PMII-20212024-Muhammad-Aras-Prabowo.jpg)
Ini adalah bentuk nyata dari toleransi ekonomi yang substantif—yakni membangun sistem ekonomi yang tidak hanya produktif, tapi juga adil dan manusiawi.
Ansor Banser dan Kedaulatan Pangan Berbasis Komunitas
Namun peran Ansor Banser tidak berhenti pada fungsi pengawalan. Mereka juga bisa menjadi motor alternatif dalam pembangunan ekosistem pangan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Di sejumlah wilayah, telah muncul inisiatif menarik dari kader-kader Ansor yang membentuk koperasi tani, pertanian organik berbasis pesantren, serta distribusi hasil tani langsung ke konsumen.
Ini adalah langkah strategis dalam memotong rantai distribusi yang timpang, memperkuat posisi petani, dan memastikan harga pangan tetap terjangkau.
Langkah-langkah seperti ini mencerminkan filosofi kedaulatan pangan, yakni hak rakyat untuk menentukan sistem pangan yang sesuai dengan nilai-nilai lokal, sosial, dan budaya mereka.
Bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal kendali atas distribusi, konsumsi, hingga pengelolaan sumber daya agraria.
Dalam konteks ini, Ansor Banser adalah representasi masyarakat sipil yang terorganisir dan sadar akan peran strategisnya dalam ekonomi lokal.
Penyeimbang dari Dominasi Korporasi Besar
Selama ini, kebijakan pangan nasional kerap dikritik terlalu pro-korporasi. Perusahaan besar diberi ruang terlalu luas dalam penguasaan lahan, distribusi pangan, hingga perdagangan komoditas strategis. Padahal, petani kecil masih menjadi tulang punggung produksi pangan nasional.
Dengan modal sosial dan kedekatan kulturalnya, Ansor Banser bisa menjadi penyeimbang dari dominasi tersebut, memastikan bahwa kebijakan negara tidak tersandera oleh kepentingan korporasi semata.
Mereka yang lahir dari rahim pesantren dan masyarakat desa memahami dengan baik persoalan-persoalan mikro yang sering luput dari perhatian pusat.
Ketika kekuatan ini bergerak secara sistematis, mereka bisa mendorong model ekonomi alternatif berbasis gotong royong, koperasi, dan solidaritas sosial.
Akhirnya, yang kita butuhkan hari ini bukan hanya kebijakan pertanian yang kuat, tapi juga arus gerakan rakyat yang mampu menghidupkannya. Presiden Prabowo telah meletakkan fondasi visi yang menjanjikan.
Namun agar visi ini menjadi nyata, perlu kehadiran kekuatan sipil seperti Ansor Banser—yang bekerja di garis depan, di sawah-sawah, di pasar-pasar, di pesantren-pesantren, dan di rumah-rumah rakyat kecil.
Ketika negara dan rakyat berjalan beriringan, kedaulatan pangan bukan lagi utopia, melainkan keniscayaan yang sedang kita bangun bersama. Dan di tengah arus perubahan ini, Ansor Banser menjadi pelita, sekaligus pelindung, yang setia mengawal harapan dan perjuangan petani Indonesia.(*)
Opini Tribun Sulbar
Opini
GP Ansor
Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto
Banser Sulbar
Muhammad Aras Prabowo
| Infodemik Dukono Ketika Konten Viral Mengalahkan Peringatan Bencana |
|
|---|
| Penguatan Dolar Amerika Serikat dan Tantangan Ketahanan Ekonomi Sulawesi Barat |
|
|---|
| Pendidikan Buka Pasar |
|
|---|
| Menanti Pembuktian "Assa" untuk Petani Polman |
|
|---|
| Kado Ulang Tahun Duta Sheila On 7: Single Baru atau Keteladanan yang Tak Pernah Usang? |
|
|---|