Berita Polman
Polisi Bubarkan Aksi Balap Liar di Jembatan Mapilli Polman, 26 Motor Diamankan
Penertiban digelar personel gabungan Subsektor Mapilli dan Polsek Wonomulyo berlangsung pada pukul 05:30 wita.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Sebanyak-26-unit-sepeda-motor-diamankan-usai-polisi-melakukan-penertiban-balap-liar.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Sebanyak 26 unit sepeda motor diamankan usai polisi melakukan penertiban balap liar di Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Kamis (6/3/2025).
Penertiban itu menindaklanjuti keluhan warga yang resah dengan maraknya balapan liar selama bulan suci Ramadan.
Penertiban digelar personel gabungan Subsektor Mapilli dan Polsek Wonomulyo berlangsung pada pukul 05:30 wita.
Baca juga: 48 Motor Hasil Razia Balap Liar di Polman Diamankan, Boleh Ambil Setelah Lebaran
Sasarannya Jembatan Mapilli yang kerap dimanfaatkan sebagai lokasi balap liar selepas waktu sholat subuh.
“Penertiban balapan liar, banyak laporan bahwa di sana sering berlangsung balapan liar, makanya kami tindak lanjuti,” kata Kasubsektor Mapilli Ipda Darwis kepada wartawan.
“Sasarannya di sekitar jembatan Mapilli, ada banyak motor yang berhasil kami amankan, ada 26,” lanjutnya.
Darwis menuturkan, para pemilik sepeda motor tidak dapat mengelak saat dilakukan penertiban.
Apalagi sebelum penertiban personel gabungan diterjunkan telah berbaur di lokasi bersama para pelaku balap liar didominasi para remaja.
“Motor yang kami ambil habis balapan. Kita tunggu karena anggota sudah standby, anggota banyak yang pakaian preman, mereka membaur," terangnya.
Lebih lanjut Darwis mengungkapkan jika sepeda motor yang terjaring penertiban telah diamankan di Polsek Wonomulyo.
Untuk penanganan lebih lanjut motor tersebut langsung ditilang, habis lebaran baru dapat diambil pemiliknya.
Hal itu agar dapat memberikan efek jera kepada pelaku balap liar dan tidak lagi mengulanginya.
Darwis menegaskan, penertiban tersebut merupakan upaya untuk memberikan rasa aman kepada warga khususnya pengguna jalan.
Sementara salah satu warga bernama Wahid berharap polisi memberi sanksi tegas agar praktek balap liar tidak terulang lagi.
Selain mengganggu warga yang sedang berpuasa, balap liar itu juga membahayakan pengguna jalan lain.
“Harus ada sanksi tegas supaya tidak berulang anak-anak balapan, karena sangat berbahaya. Biar ramai pengguna jalan lain mereka mereka balapan juga,” pungkas Wahid.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli
| Warga Protes Bau Kandang Ayam Petelur di Kelurahan Sulewatang Polman |
|
|---|
| Kesalahpahaman Berujung Pengancaman Sajam 2 Tetangga di Polman Bersitegang Didamaikan Polisi |
|
|---|
| Bocah 12 Tahun Kepergok Diduga Hendak Mencuri di Warung Polman, Bawa Sajam dan Anak Busur |
|
|---|
| 2 Gitar Yamaha Senilai Rp1,6 Juta Dicuri OTK dari Sekolah Rakyat di Binuang Polman |
|
|---|
| Dulu Tukang Becak, Kisah Supardi Sukses Jadi Produsen Kerupuk Omzet Jutaan Rupiah di Polman |
|
|---|