Kamis, 4 Juni 2026

Berita Polman

Warga Alu Demo Tuntut Bupati Polman Perbaikan Jalan Rusak 18 Km

Massa aksi membawa tiga poin tuntutan disampaikan kepada Bupati Polman Samsul Mahmud.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Warga Alu Demo Tuntut Bupati Polman Perbaikan Jalan Rusak 18 Km
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
DEMO - Aliansi Masyarakat Kecamatan Alu demo di depan kantor Bupati Polman, Sulbar, Kamis (25/9/2025). Massa aksi membawa tiga poin tuntutan disampaikan kepada Bupati Polman Samsul Mahmud. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Aliansi Masyarakat Kecamatan Alu demo di depan kantor Bupati Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (25/9/2025).

Massa aksi membawa tiga poin tuntutan disampaikan kepada Bupati Polman Samsul Mahmud.

Massa aksi membakar ban bekas di pintu gerbang Jl Manuggal, Kelurahan Pekkabata.

Baca juga: Warga Sakit di Puppuring Polman Ditandu Lewat Hutan untuk Dapat Perawatan Medis

Nampak sejumlah massa aksi membawa poster bertuliskan copot Bupati Polman Samsul Mahmud.

Lantaran tak kunjung membenahi akses jalan rusak parah ke Desa Pao-Pao dan Desa Puppuring.

Peserta aksi juga memperagakan warga tandu pasien gunakan sarung dan sebatang kayu.

Memperlihatkan warga Alu di tiga desa sering menandu pasien sakit karena akses jalan rusak parah.

Jendral lapangan aksi, Andi Agung menyebut jalan rusak parah sepanjang 18 kilometer (Km) tak kunjung diperbaiki.

"Jalan itu memiliki peran vital untuk masyarakat, warga pelosok terkendala karena akses jalan rusak," kata Andi Agung kepada wartawan.

Dia menjelaskan warga pelosok desa terkendala akses jalan rusak jika menuju fasilitas kesehatan.

Utamanya warga di Desa Puppuring, harus menandu pasien karena kendaraan roda empat tidak dapat melewati jalan rusak.

Andi Agung menyebut sudah ada tiga kejadian warga menandu pasien sakit selama satu pekan terakhir.

"Ada ibu hamil yang di tandu dan orang sakit saat malam hari, bayi ibu hamil itu tidak selamat, ini karena akses jalan rusak," ungkapnya.

Dia menambahkan warga di Desa Kalumammang dan Desa Sarigan harus naik rakit menyebrang sungai Mandar karena tidak adanya jembatan permanen.

Selama aksi ini berlangsung, Bupati Polman Samsul Mahmud tidak datang menemui massa aksi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved