Opini
Digital Nomad : Redefinisi Budaya Kerja
Fase tersebut menjadi awal mula hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia adaptif terhadap kebiasaan baru itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Shalahuddin-Pegiat-Literasi.jpg)
Kemudian menata kelompok digital nomade dengan pendekatan psikologis dan sosial. Diantara modelnya yaitu pertama dengan membuka sesi “check-in” mingguan secara virtual dan real time untuk menjaga keterlibatan emosional dalam tim. Kedua, dorong digital nomad untuk mengambil cuti layar (screen detox) secara berkala.
Dengan upaya-upaya ini, relasi dalam institusi kerja pada lintas generasi yang ada, tidak mengalami hambatan berarti dengan terpaan digitalitas. Terkhusus pada cara pandang terhadap setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawab bersama.
Terlebih bagi mereka yang secara istitusional terikat dan bergerak pada sektor pemerintahan, digitalisasi mestinya mampu membantu mereka dalam menjawab harapan publik. Yaitu terlayani dan terbangunnya interaksi secara egaliter oleh ekosistem dan digital mindset yang baik ditengah system pemerintahan dan aparaturnya.(*)