Rabu, 22 April 2026

Opini Tribun Sulbar

Moderasi Beragama dalam Debat Pilkada di Provinsi Sulawesi Barat

Dari situlah, masyarakat mendapatkan informasi sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihan.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Moderasi Beragama dalam Debat Pilkada di Provinsi Sulawesi Barat
Istimewa
Muh Yusrang S.H, Ketua IPARI Mamuju Tengah dan Nominator Penyuluh Agama Islam Award Nasional 2023 & 2024 

Ini membuktikan bahwa nilai agama begitu erat hubungannya dengan penegakkan hukum dikonstitusi kita.

Belum lagi dari sektor pendidikan yang bernuansa agamis.

Seperti yang dijelaskan pada pasal 31 ayat 3 UUD 1945 menyebutkan bahwa tujuan sistem pendidikan nasional ialah meningkatkan iman dan takwa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bahkan diperjelas lagi di ayat 5 bahwa kemajuan pengetahuan dan teknologi harus menghormati nilai-nilai agama.

Semakin dalam menyelami konstitusi yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia maka semakin mendapati bahwa nilai-nilai agama sulit terpisah dengan negara ini.

Segala sendi kehidupan berkonstitusi kita erat hubungannya dengan agama.

Demikian pula Presiden terpilih pun jika dilantik menggunakan bahasa agama. Para petinggi negara baik itu eksekutif, legislatif bahkan yudikatif sekalipun. Semua akan diambil sumpahnya berdasarkan agama dan kepercayaanya masing-masing. 

Sehingga penting rasanya mengangkat isu terkait keagamaan dalam debat yang dilakukan.

Terlebih jika kondisi sosial masyarakat kita sangat beragam.

Tentunya sangat menunjang untuk kemudian mendebatkan arah mitigasi konflik keberagaman tersebut kedepan seperti apa.

Namun kidung kehidupan terus bergema, membawa semangat baru untuk meraih mimpi.

Tak terlirik bukan pertanda bahwa ia tak penting melainkan hanya momentum yang tak menghendaki ia terjamah. 

Harapan bagi masyarakat bahwa niat didalam memilih akan kembali kepada diri kita. 

Jika berniat untuk kesejahteraan bersama maka kita akan menemukan sosok pemimpin yang benar-benar peduli dan memahami dengan baik apa yang kita butuhkan.

Akan tetapi niat tidaklah cukup didalam memilih sosok pemimpin melainkan dibutuhkan pertimbangan yang cukup besar dan tentunya kejujuran pada diri sendiri serta ikhlas tanpa paksaan dari pihak manapun.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved