Rabu, 8 April 2026

Opini Tribun Sulbar

Moderasi Beragama dalam Debat Pilkada di Provinsi Sulawesi Barat

Dari situlah, masyarakat mendapatkan informasi sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihan.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Moderasi Beragama dalam Debat Pilkada di Provinsi Sulawesi Barat
Istimewa
Muh Yusrang S.H, Ketua IPARI Mamuju Tengah dan Nominator Penyuluh Agama Islam Award Nasional 2023 & 2024 

Penulis: Muh Yusrang, S.H
(Ketua IPARI Mamuju Tengah dan Nominator Penyuluh Agama Islam Award Nasional 2023 & 2024)

Esensi dari debat adalah memberikan opsi yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menilai program dari paslon mana yang benar-benar berpihak kepada mereka.

Dari situlah, masyarakat mendapatkan informasi sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihan.

Tahapan demi tahapan proses Pilkada telah terlaksana. Mulai dari pendaftaran calon kepala daerah, pemilihan nomor, deklarasi hingga sampai pada debat kandidat yang sangat menyita perhatian publik Sulawesi Barat.

Berbagai isu-isu penting pun tereksplorasi secara koheren. Mulai dari isu birokrasi, isu pendidikan, isu kesehatan, isu pengelolaan SDM dan SDA, serta isu lainnya.

Baca juga: Penyuluh Agama: Misi Damai dan Harmonis di Pusaran Pilkada

Semuanya dibahas dengan cukup baik oleh para kandidat. Tujuannya adalah untuk menarik minat para konstituen melabuhkan pilihannya.

Saya menilai bahwa para konsultan dari masing-masing calon sudah menjalankan tugasnya dengan baik.

Hal itu bisa dilihat dari terstrukturnya pemaparan para kandidat terkait program yang mereka tawarkan.

Walau terkadang terdapat sedikit kendala dalam delivery of message oleh beberapa calon. Akan tetapi secara substantif hal tersebut sudah tersampaikan dengan cukup baik.

Hanya saja terasa ada sesuatu yang kurang terekspose dalam debat para kandidat kali ini walau sempat disinggung oleh salah seorang kandidat.

Hal tersebut adalah Tema tentang Moderasi Beragama. Entah apakah ini luput dari perhatian penyelenggara ataukah merasa bahwa hal ini tidak terlalu urgen untuk diangkat sebagai sebuah tema besar kedalam panggung debat kandidat.

Padahal, jika kita melihat kondisi demografis masyarakat Sulawesi Barat yang sangat plural atau beragam ini.

Tentunya sangat penting untuk mengangkat isu-isu Moderasi Beragama – Isu Toleransi. 
Sebab, salah satu hal yang dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kita ialah jika dapat terliterasi dengan baik dalam melihat keberagaman. Tidak gagap dalam menyikapi perbedaan.

Perlu diketahui bahwa keberagaman khususnya dalam hal keagamaan yang kita miliki tidak hanya menjadi kekuatan dalam menjaga kerukunan melainkan sejalan dengan hal tersebut ia pula berpotensi terjadinya konflik.

Dalam teori Resolusi Konflik hal tersebut dikenal dengan istilah Konflik Laten. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved