Opini
Meneguhkan Ketaatan Komprehenif Pasca Ramadan
Ketaatan yang konsisten setelah ramadan menunjukkan bahwa disiplin tidak hanya berlaku sementara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Dosen-Fakultas-Ekonomi-Unsulbar-Sitti-Hadijah.jpg)
Oleh: Sitti Hadijah, S.Pd., M.Ak
(Dosen Fakultas Ekonomi Unsulbar)
Atmosfir ramadan masih setia menemani ummat manusia di seluruh dunia, walaupun kita sudah merasakan kesedihan mendalam karena kita sudah berada diakhir ramadhan 1447 Hijriyah.
Ganjaran pahala yang dijanjikan berlipat ganda di bulan suci ramadan tidak lama lagi akan kembali ke hari biasa, ibadah panjang dari fajar hingga malam hari terasa nikmat dalam menjalankannya, keriangan anak-anak menikmati udara ramadhan akan segera menghilang, lampion-lampion yang menghiasi setiap rumah menjadi daya tarik tersendiri, begitu juga dengan aktivitas mesjid mengalami peningkatan, sehingga masyarakat ikut terlarut dalam nuansa ramadhan yang penuh dengan kebahagiaan dan ketaatan.
Semangat kaum muslimin untuk melakukan tadarrus al-quran dan memberikan target untuk bisa menghatamkan sampai berkali-kali, juga menjadi suatu tanda tanya kenapa sangat mudah dan nikmat di jalankan di bulan suci ramadhan? pada saat berpindah ke hari biasa sudah sangat sulit untuk dilakukan.
Inilah kekuatan yang dibawah oleh ramadan kareem yang kedatangannya selalu ditunggu dan kepergiannya selalu memberikan ruang tersendiri yang membuat air mata tak terbendung untuk mengalir.
Islam Kaffah
“ Islam Kaffah merujuk kepada penjelasan tentang konsep Islam secara menyeluruh, yang berarti pemahaman bahwa Islam mencakup semua dimensi kehidupan manusia, termasuk dalam aspek spritual, sosial, politik, ekonomi, dan budaya.
Istilah “kaffah” berasal dari bahasa Arab (كَافَّةً) yang mempunyai makna “ menyeluruh atau sempurna"
Istilah ini kerap kali di kaitkan dengan ayat Al-Qur’an yang berikut:
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara menyeluruh (kaffah), dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS: Al Baqarah 208)
Kaffah berarti memasuki agama Islam secara menyeluruh.
Setelah bulan ramadan, komitmen kita akan diuji: Apakah kita hanya patuh ketika berpuasa, tetapi mengabaikan aspek kejujuran dalam bisnis, menjalankan aktivitas riba dalam kegiatan ekonomi, etika dengan tetangga, atau tanggung jawab di tempat kerja? Memperkuat ketaatan secara menyeluruh berarti menghayati semangat "merasakan pengawasan Allah" (muraqabah) di luar masjid.
Baca juga: Tips Pola Makan Sehat Usai Ramadan Menurut Ahli Gizi IPB
Selama bulan ramadan, kita dapat belajar untuk bersabar dalam menghadapi rasa lapar dan menjaga perkataan.
Ketaatan yang konsisten setelah ramadan menunjukkan bahwa disiplin tidak hanya berlaku sementara.
Jika kita mampu mengikuti waktu berbuka dengan baik, mestinya kita juga dapat mematuhi ketentuan halal dan haram dalam mencari rezeki serta dalam hubungan sosial.
Islam kaffah menuntut manusia untuk menjalankan kehidupannya senantiasa menerapkann syariat Islam secara menyeluruh, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan masyarakat, baik di bulan suci ramadan maupun diluar dari bulan suci ramadan.(*)
Olehnya itu kita dituntut untuk meneguhkan ketaatan secara komprehensif pasca ramadhan, sehingga akan menjadi sebuah amalan terbaik sampai ketemu ramadhan selanjutnya.
Wallahu A’lam Bissawab.
(*)
| Prabowonomics Mengubah Market Share Menjadi Market Power |
|
|---|
| Keberpihakan terhadap Ekologi Perspektif Sustainable Ethics dan Ekoteologi Kontekstual di Mamasa |
|
|---|
| Manipulasi Narasi Digital & Profesionalisme Penegakan Hukum: Melawan Arus Trial by Social Media |
|
|---|
| Momentum Pertumbuhan dan Tantangan Kualitas Belanja |
|
|---|
| Ancaman Narkoba di Ujung Jari |
|
|---|