Ramadan 2026
Tips Pola Makan Sehat Usai Ramadan Menurut Ahli Gizi IPB
Pola ini diharapkan mampu membantu menurunkan lemak tubuh serta menekan risiko penyakit metabolik seperti diabetes.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/at-lahap-memakan-MBG-tersebut-SandiT.jpg)
Ringkasan Berita:
- Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof Hardinsyah, menyebut puasa Ramadan dapat menjadi titik awal menerapkan pola makan sehat berkelanjutan.
- Pola makan pasca-Ramadan dapat mengikuti konsep intermittent fasting dengan mengatur jumlah, jenis, dan waktu makan.
- Konsumsi buah, memperbanyak protein, serta membatasi makanan berlemak dan manis dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh.
TRIBUN-SULBAR.COM - Puasa dapat menjadi titik awal untuk mengubah pola makan sehat berkelanjutan.
Puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan menjadi detoks alami bagi tubuh.
Oleh karena itu, pasca-Ramadan perlu tetap mengatur pola makan sehat.
Baca juga: Pola Makan Pengaruhi Kasus Stunting Anak-anak di Majene Usia Hingga 1 Tahun, Capai 36,87 Persen
Baca juga: Tips Mengenali Penyakit Pikun atau Demensia dari Pola Makan, Apakah Anda Mengalami Gejala Berikut?
Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof Hardinsyah, menyebut puasa Ramadan dapat menjadi titik awal menerapkan pola makan sehat.
“Puasa harus dijadikan momentum untuk melakukan detoksifikasi tubuh. Masyarakat dapat menjadikan puasa sebagai patokan pola makan ideal,” ujar Prof Hardinsyah.
Pola makan setelah menjalani puasa Ramadan cenderung berubah dibandingkan kebiasaan sehari-hari.
Pengaturan pola makan pascapuasa dapat diterapkan dengan pendekatan yang mirip intermittent fasting, yakni membatasi asupan dari segi jumlah, jenis, dan waktu makan.
Pola ini diharapkan mampu membantu menurunkan lemak tubuh serta menekan risiko penyakit metabolik seperti diabetes.
Untuk mempertahankan pola makan ideal ini dibutuhkan mindset dan tekad yang kuat.
Cara Menjaga Pola Makan Sehat Setelah Ramadan
Setelah bulan puasa, biasakan diri dengan intermittent fasting.
Dimulai dengan membiasakan sarapan pagi untuk menekan risiko kolesterol.
Selanjutnya, makan siang dapat dilewatkan atau dikurangi porsinya, disertai kebiasaan mencukupi kebutuhan air putih dan berolahraga pada sore hari.
Kendalikan konsumsi makanan berlemak, manis, dan instan.
Kebiasaan ini dapat terus dilatih, termasuk saat menjalankan puasa Syawal.
| Gubernur Suhardi Duka: Media Pilar Demokrasi dan Mitra Pemerintah, Jangan Ada Kesenjangan |
|
|---|
| Diskoperindag Pasangkayu Sebut Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran 2026 Masih Normal |
|
|---|
| Berbagi Kebaikan Bulan Ramadan 1447 H, Bank Mandiri Buka Puasa dan Santuni Warga Rentan di Makassar |
|
|---|
| Fadilah Salat Tarawih Malam ke-25 Ramadan: Dijauhkan dari Azab Kubur, Ini Niat dan Doa Kamilin |
|
|---|
| Harga Ayam dan Telur di Polman Meroket Jelang Hari Lebaran |
|
|---|