Berita Sulbar
Realisasi KUR di Sulbar Capai Rp 1,5 Triliun
TPID Sulbar juga mendorong pemanfaatan Dana Desa (DD) untuk memperkuat ketahanan pangan.
Penulis: Suandi | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Gunawan-Purbowo-saat-memberika-7.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulawesi Barat (Sulbar) mencatat realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulbar mencapai Rp 1,5 triliun.
Kredit tersebut tersebar di beberapa kabupaten, dengan realisasi terbesar di Polewali Mandar sebesar 31,1 persen, disusul Pasangkayu dengan 24,0 persen, Mamuju 18,4 persen, Majene 10,7 persen, Mamuju Tengah 8,4 persen, dan Mamasa 7,3 persen.
Baca juga: Warga Desa Lenggo Polman Tagih Janji Perbaikan Jalan Puluhan Tahun Rusak Parah
Baca juga: Tanah Longsor Tutup Sebagian Badan Jalan di Tabulahan Mamasa
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulbar berupaya mendorong pemanfaatan KUR untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayah tersebut.
Selain itu, terdapat kredit usaha alsintan (alat dan mesin pertanian) yang diatur dalam Peraturan Menko Nomor 3 Tahun 2023, dengan plafon kredit hingga Rp 2 miliar. Kredit ini bertujuan mendukung penyediaan dan modernisasi alsintan guna mengurangi kerugian hasil produksi pertanian.
"KUR khusus diberikan kepada kelompok usaha dalam bentuk klaster yang dikelola bersama, dengan melibatkan mitra usaha. Komoditas yang menjadi fokus termasuk perkebunan, peternakan, perikanan, industri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta komoditas produktif lainnya yang dapat dikembangkan," ujar Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sulbar, Gunawan Purbowo saat dihubungi, pada Kamis (17/10/2024).
TPID Sulbar juga mendorong pemanfaatan Dana Desa (DD) untuk memperkuat ketahanan pangan.
Dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung program pemulihan ekonomi, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta pencegahan stunting di Sulbar.
Program ketahanan pangan melalui Dana Desa ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan dan memperluas ketersediaan pangan di desa. Selain itu, juga diharapkan dapat memperlancar distribusi dan pemasaran pangan desa, serta mendukung pengembangan produk olahan pangan yang aman dan berkualitas.
Menurutnya, penggunaan Dana Desa untuk ketahanan pangan dapat mencakup berbagai program, seperti pengembangan usaha pertanian, perkebunan, perhutanan, peternakan, dan perikanan.
Juga termasuk pembangunan dan pengelolaan lumbung pangan desa serta pengadaan teknologi tepat guna untuk pengolahan hasil pasca panen.
"Contoh program ketahanan pangan melalui Dana Desa antara lain pengembangan usaha unit desa atau badan usaha milik desa (BUMDes) yang bergerak di bidang pangan, serta pengelolaan lumbung pangan desa yang dapat menopang kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Dengan sinergi antara pemanfaatan KUR dan Dana Desa, diharapkan pertumbuhan sektor pertanian di Sulbar semakin optimal, sekaligus mampu menjaga ketahanan pangan di tingkat desa.(*)
Laporan Reporter Tribun Sulbar Suandi
Sumber foto: Tribun Sulbar/Lukman Rusdi
| Terminal Khusus CPO Akan Dibangun di Desa Doda Pasangkayu DKP Sulbar Cek Lokasi |
|
|---|
| Bukan 95 Tapi 55 ASN Pemprov Sulbar Dimutasi Berujung Permblokiran Akses Digital Oleh BKN |
|
|---|
| DPRD Sulbar Usul 5.772 Pokir di 2027 Minta Dipertimbangkan Saat Penyusunan RKPD |
|
|---|
| Amalia Fitri Aras Sodorkan Ribuan Pokir ke Pemprov Sulbar, Perjuangkan Aspirasi Rakyat |
|
|---|
| Sekda Junda Maulana Sebut WFA Bukan Hari Libur untuk PPPK Sulbar |
|
|---|