Pencabulan Anak
5 Korban Pencabulan Dihadirkan di Sidang Terdakwa Pedagang Bakso Mamuju
Bocah yang rata-rata kelas 4 sampai 5 sekolah dasar itu hadir sebagai saksi atas kejadian tindak pidana pencabulan tersebut.
Penulis: Abd Rahman | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Pelaku-MH-saat-ditangkap-polisi-Polre.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sidang perdana pembacaan dakwaan kasus pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan oleh pedagang bakso keliling di Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), sudah digelar.
Dalam sidang tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Mamuju menghadirkan lima orang korban yang masih bocah.
Baca juga: Korban Pencabulan Guru Ponpes di Mamuju Bertambah, Total 8 Santriwati
Baca juga: Korban Pencabulan Penjual Bakso di Mamuju Sudah 20 Orang, Modus Ngajak Nonton Video Asusila
Bocah yang rata-rata kelas 4 sampai 5 sekolah dasar itu hadir sebagai saksi atas kejadian tindak pidana pencabulan tersebut.
Selain lima bocah, kepala desa dan salah satu guru juga turut dihadirkan dalam memberikan kesaksian kepada majelis hakim di ruang sidang PN Mamuju.
Sidang tertutup ini dipimpin oleh Majelis Hakim Rahid Pambingkas dan dua hakim anggota Rachmat Ardimal dengan Nona Vivi Sri Dewi.
Sementara terdakwa didampingi oleh penasehat hukumnya Andi Toba.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nasrah Totoran mengatakan, pihaknya telah menghadirkan lima saksi yang juga merupakan korban dari pencabulan tersebut.
"Iya hadir saksi 5 bocah dan juga kepala desa dan guru sekolah untuk memberikan kesaksian atas kasus ini," kata Nasrah kepada wartawan, di PN Mamuju, Jl Ap Pettarani, Kelurahan Binanga, Mamuju, Kamis (14/3/2024)..
Sementara itu seorang saksi kades di Sampaga mengatakan, bahwa korban dan terdakwa sempat berdamai melalui surat pernyataan yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Namun, kasus ini berlanjut di kepolisian hingga masuk pada proses persidangan di Pengadilan Negeri Mamuju.
"Terdakwa ini sudah 20 tahun tinggal di desa saya di Sampaga, memang diduga sudah memiliki kelainan penyakit," katanya.
Kendati demikian, terdakwa juga dikenal sebagai orang yang baik dan juga sangat dermawan dan suka bersosialisasi.
Diketahui, MH (49) terdakwa kasus pencabulan anak di bawah umur ditangkap polisi di kediamannya di salah satu desa di Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju.
MH terbukti mencabuli 15 anak di bawah umur di rumahnya dengan mengiming-imingi uang kepada korbannya.
MH dijerat Pasal 81 T Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman
Pencabulan Anak
Mamuju
Kabupaten Mamuju
Kejaksaan Negeri Mamuju
Sulawesi Barat
Alat mesin pertanian (Alsintan)
Pasangkayu
| Oknum Pejabat Intervensi Kasus Ayah Diduga Cabuli Anak Polman, Aktivis Desak Polisi Tangkap Pelaku |
|
|---|
| Polisi Sebut Pelaku Pencabulan Anak di Mamuju Tengah Dikenakan Pasal Berlapis Terancam Bui 15 Tahun |
|
|---|
| 2 Hari Kabur Pelaku Pencabulan Anak di Desa Saluada Mamuju Tengah Menyerahkan Diri |
|
|---|
| Pria Paruh Baya di Polman Diamankan Polisi Usai Diamuk Warga, Diduga Cabuli Anak 10 Tahun |
|
|---|
| Hindari Amarah Keluarga Korban, Polisi Amankan Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Polman |
|
|---|