Breaking News:

BPOM Mamuju

BPOM Mamuju Dorong Pasar Sentral Majene Jadi Pasar Pangan Sehat dan Aman

Kepala BPOM Mamuju, Lintang Purba Jaya mengatakan, gerakan pasar sehat untuk menjamin keamanan dan mutu pangan olahan beredar di masyarakat.

Tribun-Sulbar.com/Misbah Sabaruddin
Kepala BPOM Mamuju, Lintang Purba Jaya 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Mamuju, Sulbar mendorong Pasar Sentral Majene menjadi pasar sehat dan aman dari bahan berbahaya.

Hal ini sebagai upaya mewujudkan pasar pangan aman berbasis komunitas di Kabupaten Majene tahun 2021.

Kepala BPOM Mamuju, Lintang Purba Jaya mengatakan, gerakan pasar sehat untuk menjamin keamanan dan mutu pangan olahan beredar di masyarakat.

Baca juga: Polemik Hasil Swab Arya dan Cristina, Kepala BPOM Mamuju: Teknik Swab Berbeda-beda

Baca juga: Bermula dari Staf BPOM Mamuju, Positif Covid-19 Sulbar Bertambah 10 Kasus

Juga komunitas pasar dapat berdaya dan mandiri dalam pembinaan dan pengawasan kepada komunitas pasar.

Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas dilakukan, saat ini telah mencapai progress 80 persen.

Advokasi 20 persen, Survey Pasar 5 persen, Bimtek Pegelola Pasar 15, Monev tahap satu 20 persen dan Monev tahap dua 20 persen.

"Saat ini kita sampai pada tahap penyuluhan pedagang pasar dan kampanye pasar. Kami harapkan Pasar Sentral Majene dapat berbenah, untuk ikut bersaing pada Lomba Pasar Aman Tingkat Nasional," ujar Lintang Kepada Tribun-Sulbar.com, Selasa (31/8/2021).

Ia menjelaskan, Badan POM RI telah mengeluarkan regulasi yaitu Perka Badan POM Nomor 5 Tahun 2015.

Tentang pedoman ritel pangan pasar tradisional serta pedoman produksi dan distribusi pangan olahan di masa pandemi Covid-19.

Sehingga, pedagang pasar dihimbau untuk selalu mematuhi peraturan, dan menerapkan Cara Distribusi dan Cara Ritel Pangan Yang Baik (CRPB).

Serta memastikan protokol kesehatan diterapkan di tempat usaha masing-masing.

Lintang berharap, gerakan ini bisa meningkatkan pengetahuan.

Juga kesadaran dan kemandirian komunitas pasar dalam berdagang.

"Semoga aksi pasar pangan aman berbasis komunitas ini meningkatkan partisipasi komunitas pasar sebagai pengelola, pedagang dan pengujung pasar terhadap keamanan pangan, juga tetap menerapkan CPRB di pasar rakyat," pungkasnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Misbah Sabaruddin

Penulis: Misbah Sabaruddin
Editor: Nurhadi Hasbi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved