Rabu, 22 April 2026

Pasangkayu

Warga Pasangkayu Menjerit, Tabung Elpiji 3 Kg Langka dan Mahal, Tembus Rp40 Ribu

Apalagi menjelang bulan suci Ramadan 1447 H masyarakat akan lebih membutuhkan tabung gas elpiji.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Warga Pasangkayu Menjerit, Tabung  Elpiji 3 Kg Langka dan Mahal, Tembus Rp40 Ribu
Kompas.com/ Firman Taufiqurrahman
KELANGKAAN GAS - Ilustrasi tabung gas elpiji 3 kg, diunggah Selasa (4/2/2025). 


TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Warga di Kecamatan Bambalamotu dan Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, mengeluhkan kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir, Sabtu (14/2/2026).

Kelangkaan tersebut membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari. 

Apalagi menjelang bulan suci Ramadan 1447 H masyarakat akan lebih membutuhkan tabung gas elpiji.

Baca juga: Warga Pasangkayu Cemas, Harga Bahan Pokok Semakin Meroket Jelang Ramadan 1447 H

Baca juga: Ramalan Shio Hari Ini: Tikus dan Kuda Paling Apes, Hindari Ambil Keputusan Besar

Bahkan, harga gas bersubsidi itu dilaporkan melonjak hingga Rp40 ribu per tabung di tingkat pengecer.

Salah satu warga, Risman, mengaku sudah lelah berkeliling mencari tabung gas elpiji 3 kg. 

Ia ditemui di salah satu kios di Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu.

“Sudah beberapa hari saya keliling cari gas, tapi susah sekali dapatnya. Kalau pun ada di pengecer, harganya sampai Rp40 ribu,” kata Risman.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat memberatkan warga kecil.

Namun karena kebutuhan mendesak, ia terpaksa membeli dengan harga tinggi.

“Mau tidak mau tetap dibeli, karena tidak mungkin tidak masak di rumah. Tapi kami bertanya-tanya, kenapa bisa langka seperti ini? Apakah memang stoknya kurang atau ada masalah di penyaluran?” ujarnya.

Keluhan serupa juga dirasakan warga lainnya di Bambaira. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan memastikan distribusi gas elpiji 3 kg berjalan lancar dan harga tetap sesuai ketentuan.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Pasangkayu, Endhy, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya saat ini masih fokus melakukan inspeksi mendadak (sidak) di wilayah Kota Pasangkayu.

“Kami masih fokus sidak di wilayah kota. Untuk suplai dari agen ke pangkalan sejauh ini masih berjalan normal,” jelasnya.

Ia menyebutkan, distribusi dari agen ke pangkalan dilakukan secara rutin. 

Ada pangkalan yang mendapat suplai dua kali dalam sepekan, dan ada pula yang satu kali dalam sepekan, tergantung kebutuhan dan kuota masing-masing.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved