Sabtu, 18 April 2026

Kebakaran Pasangkayu

Gedung Walet di Pedongga Pasangkayu Terbakar, Diduga Akibat Bakar Sampah

Gedung walet tersebut diketahui milik warga bernama Wahroni, sementara laporan awal disampaikan oleh warga lainnya, Risal.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Gedung Walet di Pedongga Pasangkayu Terbakar, Diduga Akibat Bakar Sampah
Tribun-Sulbar.com/Taufan
KEBAKARAN-Kobaran api melahap bagian atap gedung walet milik Wahroni di Dusun Sidodadi, Desa Pedanda 1, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, Jumat (17/4/2026) sore. Kebakaran diduga dipicu pembakaran sampah di sekitar lokasi, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta. 

Ringkasan Berita:
  • Gedung walet milik warga di Pedongga, Pasangkayu, terbakar pada Jumat (17/4/2026) sore.
  • Kebakaran diduga dipicu pembakaran sampah yang tidak dipastikan padam sebelum pemilik meninggalkan lokasi.
  • Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta dan penyelidikan masih dilakukan.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Sebuah gedung walet di Dusun Sidodadi, Desa Pedanda 1, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, terbakar pada Jumat (17/4/2026) sore. Kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi.

Peristiwa kebakaran pertama kali dilaporkan sekitar pukul 15.38 WITA.

Tidak lama berselang, sekitar pukul 15.43 WITA, satu unit armada Pemadam Kebakaran Kabupaten Pasangkayu diberangkatkan menuju lokasi dan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 16.03 WITA.

Baca juga: Gedung Walet di Pasangkayu Terbakar, Diduga Akibat Bakar Sampah, Kerugian Capai Rp100 Juta

Baca juga: Hadiri Upacara HUT ke-23 Pasangkayu, Gubernur Sulbar Suhardi Duka Tekankan Sinergi dan Integritas

Gedung walet tersebut diketahui milik warga bernama Wahroni, sementara laporan awal disampaikan oleh warga lainnya, Risal.

Akibat Pembakaran Sampah

Berdasarkan informasi di lapangan, api diduga berasal dari tumpukan sampah yang dibakar di samping bangunan.

Usai membakar sampah, pemilik diduga masuk ke dalam rumah untuk beristirahat tanpa memastikan api benar-benar padam.

Tak lama kemudian, warga melihat kepulan asap keluar dari bagian atap gedung walet.

Menyadari adanya potensi kebakaran, warga kemudian memberitahukan pemilik dan berupaya melakukan pemadaman secara manual dengan peralatan seadanya.

Namun, karena material bangunan yang mudah terbakar serta api yang cepat membesar, upaya tersebut tidak berhasil mengendalikan kobaran api.

Api bahkan sempat membumbung tinggi dan menarik perhatian warga sekitar yang ikut membantu proses pemadaman.

Setibanya di lokasi, petugas pemadam kebakaran langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

Setelah beberapa waktu, api berhasil dikendalikan.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Namun, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materi yang ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved