Pemkab Pasangkayu
Sekda Pasangkayu Kecewa, Banyak OPD Absen di Workshop SPIP dan APIP
Akibat minimnya kehadiran peserta, pelaksanaan workshop bahkan sempat tertunda hingga satu jam untuk menunggu OPD yang belum hadir.
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Sekretaris-Daerah-Pasangkayu-Moh-Zain-Machmoed-memberikan-sambutan-di-kegiatan-workshop.jpg)
Ringkasan Berita:
- Dari 32 OPD, hanya 19 yang hadir dalam workshop peningkatan IEPK SPIP di Pasangkayu.
- Sekda Pasangkayu menilai kegiatan penting untuk penguatan pencegahan korupsi.
- Pelaksanaan workshop sempat tertunda akibat minimnya kehadiran peserta.
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Sekretaris Daerah (Sekda) Pasangkayu, Moh Zain Machmoed, menyayangkan rendahnya tingkat kehadiran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam workshop peningkatan Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) SPIP terintegrasi dan kapabilitas Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP) tahun 2026.
Kegiatan yang digelar di ruang pola Kantor Bupati Pasangkayu, Senin (20/4/2026) pagi, tersebut seharusnya diikuti seluruh OPD.
Namun, dari total 32 OPD Pemkab Pasangkayu, hanya 19 yang hadir.
“Yang hadir ini tidak sampai 50 persen. Ini menjadi perhatian kita bersama,” tegas Moh Zain dalam sambutannya.
Baca juga: Ular Masuk ke Rumah Warga di Pasangkayu, Damkar Gercep Evakuasi
Baca juga: Sekda Pasangkayu : Bela Negara Tak Hanya Perang, Tapi Juga Lawan Hoaks dan Bantu Sesama
Ia menilai, kegiatan tersebut sangat penting karena berkaitan langsung dengan upaya penguatan sistem pengendalian intern dan pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah daerah.
Menurutnya, seluruh OPD seharusnya menunjukkan komitmen dengan menghadiri kegiatan tersebut sebagai bentuk keseriusan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik.
“Harusnya semua hadir. Kegiatan seperti ini sangat penting, jadi kita harus saling menghargai,” ujarnya.
Akibat minimnya kehadiran peserta, pelaksanaan workshop bahkan sempat tertunda hingga satu jam untuk menunggu OPD yang belum hadir.
Moh Zain juga menegaskan, jika Bupati Pasangkayu yang menghadiri langsung kegiatan tersebut, maka kekecewaan yang dirasakan tentu akan lebih besar.
“Kalau bupati yang hadir, pasti beliau juga sangat kecewa melihat kondisi seperti ini,” tambahnya.
Ia berharap ke depan seluruh OPD dapat lebih disiplin dan memiliki kesadaran untuk menghadiri setiap kegiatan penting yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pemerintahan.
Workshop ini sendiri menghadirkan narasumber dari BPKP Sulawesi Barat dan bertujuan meningkatkan nilai IEPK SPIP terintegrasi serta kapabilitas APIP di lingkungan Pemkab Pasangkayu.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
| Puncak Napak Tilas HUT ke-23 Pasangkayu, Wabup Herny Terima Bendera Pataka |
|
|---|
| 100 Personel DLH Bersihkan Alun-alun Smart Jelang HUT Ke 23 Tahun Pasangkayu |
|
|---|
| Napak Tilas HUT ke-23 Pasangkayu Digelar 17 April, Rute Sarudu–Tikke Raya–Kota Pasangkayu |
|
|---|
| Audit BPK Dimulai, Pemkab Pasangkayu Pastikan Kesiapan Administrasi dan Keuangan |
|
|---|
| Bupati Pasangkayu Terima Kunker PT Taspen, Bahas Penguatan Jaminan Kesejahteraan ASN |
|
|---|