Selasa, 28 April 2026

Harga Bahan Pokok

Warga Pasangkayu Cemas, Harga Bahan Pokok Semakin Meroket Jelang Ramadan 1447 H

Untuk bawang merah juga mahal Rp50 ribu per kg dan bawang putih naik Rp5 ribu dari Rp45 ribu kini Rp50 ribu per kg.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Warga Pasangkayu Cemas, Harga Bahan Pokok Semakin Meroket Jelang Ramadan 1447 H
Taufan/Taufan
HARGA BAHAN POKOK RAMADAN-Aktivitas jual beli di lapak pedagang pasar Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sabtu (14/2/2026). Menjelang Ramadhan, harga bahan pokok mulai bergerak. 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Sejumlah harga bahan pokok menjelang Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar) mulai merangkak naik.

Seperti di Pasar Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, bahan pokok berupa bawang merah, bawang putih hingga cabai keriting mengalami lonjakan harga.

Cabai keriting kini berada di harga Rp50 ribu per kilogram yang sebelumnya hanya Rp35 ribu per kg.

Sedangkan cabai rawit masih bertahan di posisi ideal Rp30 ribu per kg.

Baca juga: Ramalan Shio Hari Ini: Tikus dan Kuda Paling Apes, Hindari Ambil Keputusan Besar

Baca juga: Gasak 15 Motor Trail Pakai Kunci T, Tiga Bandit Curanmor Mamuju Terancam 9 Tahun

Untuk bawang merah juga mahal Rp50 ribu per kg dan bawang putih naik Rp5 ribu dari Rp45 ribu kini Rp50 ribu per kg.

Beberapa bahan pokok di pasar tersebut rata-rata mengalami kenaikan menjelang bulan puasa.

Kenaikan harga bahan pokok ini membuat warga atau pembeli merasa cemas, apalagi semakin mendakati bulan Ramadan.

Pantauan di lokasi, Sabtu (14/2/2026), suasana pasar sejak pagi terlihat lebih ramai dari biasanya. 

Para ibu rumah tangga tampak hilir mudik membawa kantong belanja, sebagian berhenti cukup lama di lapak sayur untuk membandingkan harga. 

Aroma bawang dan cabai yang menyengat bercampur dengan suara tawar-menawar antara pedagang dan pembeli.

Pedagang menyebut beberapa jenis sayuran seperti sawi dan jagung mulai mengalami kenaikan, meski tidak terlalu signifikan.

Santoso, salah satu pedagang sayur yang ditemui di lapaknya, mengatakan fluktuasi harga menjelang Ramadhan memang kerap terjadi setiap tahun.

“Biasanya kalau sudah dekat Ramadhan memang tidak menentu. Kadang naik, kadang turun, tergantung pasokan barang yang masuk,” ujar Santoso.

Ia menjelaskan, jika pasokan dari distributor atau petani tersendat, harga bisa melonjak tajam dalam waktu singkat. Sebaliknya, jika pasokan melimpah, harga cenderung stabil bahkan turun.

“Kalau pasokan kosong itu biasanya naik sekali,” katanya.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved