Selasa, 19 Mei 2026

Opini

Rupiah di Titik Kritis Suatu Ujian Ketahanan Bagi Ekonomi di Daerah

Kondisi tersebut dinilai bukan lagi sekadar gejolak pasar keuangan nasional, melainkan telah menjadi sinyal tekanan struktural yang berdampak

Tayang:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Rupiah di Titik Kritis Suatu Ujian Ketahanan Bagi Ekonomi di Daerah
Maulid Adha for Tribun Sulbar
Dr. Wahyu Maulid Adha (Akademisi Unsulbar) 

Oleh : Wahyu Maulid Adha (Akademisi Unsulbar)

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pelemahan nilai tukar Rupiah yang menembus level Rp17.500 per Dolar Amerika Serikat mulai memberikan tekanan terhadap perekonomian daerah, termasuk di Provinsi Sulawesi Barat.

Kondisi tersebut dinilai bukan lagi sekadar gejolak pasar keuangan nasional, melainkan telah menjadi sinyal tekanan struktural yang berdampak hingga ke sektor riil masyarakat.

Dalam kajian ekonomi makro, pelemahan Rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan internal.

Salah satunya kebijakan suku bunga tinggi Amerika Serikat yang memicu penguatan Dolar AS dan mendorong arus keluar modal dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, struktur industri nasional yang masih bergantung pada impor bahan baku dan barang penolong membuat ekonomi Indonesia rentan terhadap fluktuasi kurs.

Bagi Sulawesi Barat, kondisi tersebut dinilai cukup berisiko karena kapasitas fiskal daerah masih sangat bergantung pada dana transfer pusat.

Sekitar 85 persen pendapatan daerah disebut masih berasal dari Transfer ke Daerah (TKD).

Jika tekanan fiskal nasional meningkat akibat beban subsidi energi, pembayaran utang, dan stabilisasi ekonomi, maka ruang anggaran daerah dikhawatirkan ikut menyempit.

Dampaknya berpotensi memengaruhi keberlanjutan pembangunan daerah, mulai dari proyek infrastruktur jalan, rehabilitasi irigasi pertanian hingga fasilitas pelayanan publik.

Selain itu, tekanan pelemahan Rupiah mulai dirasakan sektor pertanian.

Kenaikan harga pupuk, pestisida dan sarana produksi pertanian lainnya dinilai semakin membebani petani kecil di Sulawesi Barat.

Ketergantungan industri pupuk terhadap bahan baku impor membuat pelemahan Rupiah cepat berdampak pada harga di tingkat distribusi.

Kondisi tersebut diperparah dengan meningkatnya biaya logistik di jalur distribusi Trans Sulawesi yang menyebabkan biaya produksi dan ongkos angkut ikut naik.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved