Opini
Menjaga Bahasa Mamuju Menjaga Identitas Kultural
pemakaian suatu bahasa daerah terjadi ketika generasinya sudah jarang menggunakannya dalam interaksi sehari-hari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Budayawan-Agriawan.jpg)
Keterputusan suatu bahasa lokal biasanya terjadi secara perlahan seperti misalnya generasi muda kita sudah mulai jarang sekali menggunakannya dalam komunikasi aktif sehari-hari.
Dalam pandangan Joshua Fishman, kondisi ini disebut language shift atau pergeseran bahasa.
Pergeseran bahasa terjadi ketika suatu komunitas secara perlahan meninggalkan bahasa lama dan memilih bahasa baru dalam kehidupan sosialnya.
Tentunya proses ini tidak akan terjadi dalam satu hari saja. Ia berlangsung secara lintas generasi dan zaman.
Bahasa perlahan menghilang ketika para orangtua tidak memperkenalkan kepada anak-anaknya dan sudah pasti perlahan-lahan tidak akan dikenali lagi penggunaannya dalam percakapan sehari-hari, dan seterusnya sampai ia menghilang dari peredaran.
Pandangan ini sangat sejalan dengan apa yang dikutip oleh Morgan dalam karyanya Thomas Jones, 1688 (lebih dari tiga abad yang lalu).
Ia mengatakan bahwa bahasa itu bersifat organis (seperti makhluk hidup) dan karena itu bahasa memiliki rentang hidup.
Jadi, idealnya bahasa Mamuju memang harus diwacanakan untuk dilestarikan, terutama pada generasi yang ada di kota Mamuju.
Bagi daerah lain yang juga memiliki bahasa lokal seperti Tapalang tetap harus melestarikan bahasanya sendiri sekaligus ikut mendukung program pemerintah tersebut.
Hari ini mungkin masih terdengar.
Lima puluh atau seratus tahun lagi belum tentu.
Ini adalah PR kita bersama dengan pemerintah.
Saya melihat pemerintah daerah perlu hadir bukan sekadar melalui slogan tetapi melalui langkah konkret yang dapat membuat bahasa daerah terasa dekat dengan generasi hari ini.
Kepada generasi mudah hari ini, kita harus bangga dengan bahasa daerah kita sendiri.
Karena kalau bukan kita maka siapa lagi? (*)
Salam Budaya
Argariawan Tamsil
| Infodemik Dukono Ketika Konten Viral Mengalahkan Peringatan Bencana |
|
|---|
| Penguatan Dolar Amerika Serikat dan Tantangan Ketahanan Ekonomi Sulawesi Barat |
|
|---|
| Pendidikan Buka Pasar |
|
|---|
| Menanti Pembuktian "Assa" untuk Petani Polman |
|
|---|
| Kado Ulang Tahun Duta Sheila On 7: Single Baru atau Keteladanan yang Tak Pernah Usang? |
|
|---|