Opini
Pilkada Langsung vs Pilkada DPRD
Pilkada DPRD oleh elit pusat dianggap menjadi jawaban dari 3 masalah pilkada langsung yaitu mahal, kacau dan melelahkan.
|
Editor:
Nurhadi Hasbi
Artinya penting bagi pemangku kebijakan tidak memberlakukan pilihan ini apalagi bahwa diskursus antara pilkada langsung dan pilkada DPRD tidak substansial.
Tidak mudah namun yang harusnya mendapat fokus yang lebih serius untuk dibenahi adalah kesejahteraan rakyat karena akan berimbas pada kerdesan dan kedewasaan politik yang baik bagi rakyat.
Ditambah performa aktor dan partai politik yang sepenuhnya didasari dari komitmen kerakyatan bukan pragmatisme.
Jika ini terwujud baik pilihan pilkada langsung maupun pilkada DPRD sama-sama akan menghasilkan pemimpin politik yang berkualitas.(*)
Berita Terkait:#Opini
| Digital Parenting 2026: Anak Kita Butuh Kita, Bukan Hanya WiFi |
|
|---|
| Menguatkan Peran Komite Sekolah dan Membangun Sistem Komunikasi Sehat |
|
|---|
| Sinkretisme Agama dan Pengaburan Aqidah Islam, Tasabbuh ? |
|
|---|
| KUHP-KUHAP Baru, Ancam Kebebasan Berpendapat |
|
|---|
| Menimbang Ulang Pilkada: Solusi Tata Kelola Tanpa Mengorbankan Demokrasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Dosen-Ilmu-Politik-Universitas-Sulawesi-Barat-Muhammad.jpg)