Breaking News
Jumat, 22 Mei 2026

Opini

Penjarahan, Ketimpangan Ekonomi, dan Prabowonomics

Prabowonomics akan memberikan benefit jangka panjang jika ditopang oleh reformasi hukum dan politik yang radikal.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Penjarahan, Ketimpangan Ekonomi, dan Prabowonomics
Tribun Sulbar / Ist
Dosen FEB Unhas/ Komisaris Utama PTPN IX Muhammad Syarkawi Rauf.(Ist) 

Sebaliknya, daerah-daerah di Pulau Jawa dengan intensitas pembangunan sangat tinggi dan menjadi pusat kegiatan ekonomi nasional memiliki gini ratio tinggi, yaitu sekitar 0,35 – 0,45 pada semester pertama tahun 2025.    

Potret di atas memberikan signal kepada pemerintah bahwa pembangunan nasional yang dijalankan dalam kurang lebih delapan dekade sejak Indonesia merdeka, menghasilkan kemajuan tetapi sekaligus ketimpangan antar wilayah dan pendapatan per kapita yang semakin tinggi.

Singkatnya, demontrasi anarkis dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa daerah dengan protes paling keras hingga melakukan penjarahan dan pengrusakan fasilitas publik adalah daerah dengan gini ratio tertinggi, seperti DKI Jakarta, Jabar, Jatim, Sulsel, Sumut dan lainnya.

Sementara, daerah dengan gini ratio paling rendah, seperti Babel, Kaltara, dan Aceh tidak mengalami penjarahan maasif.

Akhirnya, jalan keluar yang dapat dilakukan oleh  presiden Prabowo adalah mengubah haluan ekonomi nasional secara radikal dari yang berpusat di Pulau Jawa (Jawa sentris)  menjadi tersebar di seluruh Indonesia (Indonesia sentris). 

Program pembangunan presiden Prabowo yang disebut Prabowonomics diharapkan dapat menyebar pusat-pusat aktifitas ekonomi baru (aglomerasi ekonomi) ke semua kota besar di Indonesia. Pusat aglomerasi ekonomi yang baru diharapkan memberikan multiplier effect kepada daerah di sekitarnya.

Strategi yang sama juga dilakukan oleh pemerintah China dengan membangun puluhan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tersebar di seluruh China. Pusat aglomerasi ekonomi yang tersebar di seluruh propinsi China menjadi basis pertumbuhan ekonomi China double digit selama beberapa dekade terakhir. 

Sementara untuk mengatasi ketimpangan antar pendapatan per kapita dalam jangka menengah dan panjang, fokusnya adalah pengembangan SDM. Hal ini sejalan dengan langkah pemerintah melalui program perbaikan gizi terhadap 82,9 juta penerima manfaat yang terdiri dari siswa, santri, balita dan ibu hamil.

Perubahan radikal dan revolusioner yang dapat dilakukan oleh presiden Prabowo adalah mewajibkan pelaku usaha menengah dan besar melaksanakan kemitraan usaha (sub-contract) dengan pelaku usaha kecil, mikro dan ultra mikro.

Hal tersebut akan menciptakan model pembangunan gotong royong sesuai Amanah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 

Merujuk pada Acemoglu, Johnson, dan Robinson, peraih hadiah nobel ekonomi tahun 2024, Prabowonomics akan memberikan benefit jangka panjang jika ditopang oleh reformasi hukum dan politik yang radikal. Mewujudkan institusi, dalam hal ini sistem politik dan hukum yang inklusif sehingga memberikan manfaat maksimal kepada semua anak bangsa.(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved