Selasa, 21 April 2026

Tribun Health

Kencur, Rempah Herbal Asli Indonesia yang Kaya Manfaat Kesehatan

Tanaman herbal ini tumbuh subur di berbagai daerah tropis Indonesia, terutama di lahan pekarangan rumah dan kebun rakyat.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Kencur, Rempah Herbal Asli Indonesia yang Kaya Manfaat Kesehatan
gunungkidul.kab
TRIBUN HEALTH - Tanam rempah kencur yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh 

TRIBUN-SULBAR.COM – Kencur (Kaempferia galanga) bukan hanya dikenal sebagai bumbu dapur khas Indonesia.

Kencur juga memiliki banyak manfaat kesehatan.

Bahkan telah digunakan secara turun-temurun sebagai obat tradisional.

Tanaman herbal ini tumbuh subur di berbagai daerah tropis Indonesia, terutama di lahan pekarangan rumah dan kebun rakyat.

Baca juga: Akar Alang-Alang, Tanaman Liar dengan Segudang Manfaat Kesehatan

Kencur adalah tanaman rempah yang termasuk dalam famili Zingiberaceae, sekeluarga dengan jahe dan lengkuas.

Bagian rimpangnya yang beraroma khas sering digunakan dalam berbagai olahan kuliner, jamu tradisional, hingga pengobatan herbal.

Dosen dan peneliti tanaman obat dari Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, dr. Indah Widyastuti, menyebutkan kencur mengandung senyawa aktif seperti etil p-metoksisinamat, sineol, dan borneol yang memiliki khasiat farmakologis.

“Kencur secara ilmiah terbukti memiliki sifat antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan,” jelas Indah, saat dihubungi, Senin (20/10/2025).

Menurutnya, salah satu manfaat paling umum dari kencur adalah meredakan batuk dan gangguan pernapasan.

Kencur sering diolah menjadi jamu tradisional seperti beras kencur, yang dipercaya mampu meningkatkan daya tahan tubuh.

“Kencur juga bermanfaat untuk mengatasi perut kembung, masuk angin, hingga nyeri otot. Efeknya mirip analgesik ringan,” tambahnya.

Beberapa studi lokal juga menunjukkan potensi kencur dalam membantu menurunkan kadar stres, menjaga fungsi pencernaan, hingga mendukung pengelolaan kolesterol.

Kencur bisa dikonsumsi dalam bentuk segar, ditumbuk dan diseduh, dijadikan jamu, atau diolah sebagai ekstrak dalam kapsul herbal.

Namun, Indah mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan dalam mengonsumsinya.

“Meski alami, penggunaan yang berlebihan tetap bisa menimbulkan efek samping seperti iritasi lambung. Sebaiknya digunakan secara proporsional atau dikonsultasikan dengan herbalis atau tenaga medis,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved