Mamuju

Jari Bengkak Akibat Cincin, Damkar Mamuju Turun Tangan Selamatkan Jari Muh Rafi

Namun tak lama kemudian, jarinya mulai membengkak. Berbagai upaya melepaskan cincin secara mandiri tidak membuahkan hasil

Penulis: Andika Firdaus | Editor: Abd Rahman
Istimewa
JARI BENGKAK - Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Mamuju mengevakuasi sebuah cincin yang tersangkut di jari seorang anak laki-laki, Kamis (10/7/2025) malam. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WITA. Tim Damkar menerima laporan dari seorang warga bernama Ridwan (47), warga Tasiu, Kecamatan Kalukku, yang melaporkan bahwa jari anaknya mengalami pembengkakan akibat cincin yang tidak bisa dilepaskan. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Mamuju berhasil mengevakuasi sebuah cincin yang tersangkut di jari seorang anak laki-laki, Kamis (10/7/2025) malam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WITA. 

Tim Damkar menerima laporan dari seorang warga bernama Ridwan (47), warga Tasiu, Kecamatan Kalukku, yang melaporkan bahwa jari anaknya mengalami pembengkakan akibat cincin yang tidak bisa dilepaskan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini, Waspada Angin Kencang dan Gelombang di Perairan Majene dan Polman

Baca juga: 861,7 Hektar Lahan Sawit di Pasangkayu Disita Satgas, Masuk Kawasan Hutan!

Anak bernama Muh Rafi itu diketahui mulai mengenakan cincin sejak pukul 17.00 WITA. 

Namun tak lama kemudian, jarinya mulai membengkak. Berbagai upaya melepaskan cincin secara mandiri tidak membuahkan hasil.

Melihat kondisi anaknya yang memburuk, Ridwan memutuskan membawa Rafi ke Posko Damkar Mamuju

Ia mengaku mengetahui bahwa petugas Damkar juga melayani evakuasi cincin dari jari, setelah melihat informasi tersebut di media sosial.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Randy Tasdir, mengatakan, setelah korban tiba di posko, tim langsung melakukan proses evakuasi menggunakan alat bor cung dan air untuk meminimalisir risiko cedera pada jari.

"Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan lancar. Petugas kami bertindak sigap dan profesional dalam menangani situasi ini," ujar Randy dalam keterangannya, Jumat (11/7/2025).

Ia menambahkan, proses evakuasi berlangsung sekitar 20 menit tanpa hambatan dan tidak ada luka serius maupun kerugian lain yang dialami korban.

"Anaknya juga sangat kooperatif selama proses berlangsung. Sehingga tidak ada kendala dalam penanganan,"tutup Randy.(*)

Laporan Wartawan Tribun Sulbar Andika Firdaus 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved