Minyak Nilam

Harganya Anjlok, Inilah Kandungan dan Manfaat Minyak Nilam: Komoditas Ekspor sejak Zaman Kolonial

Harga minyak nilam anjlok seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk menanam nilam.

Editor: Nurhadi Hasbi
Asri For Tribun-Sulbar.com
HARGA NILAM ANJLOK - Nilam milik petani di Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (7/7/2025). Harga jual minyak nilam, salah satu komoditas andalan perkebunan di wilayah ini, kembali mengalami penurunan tajam hingga menyentuh angka Rp600 ribu per kilogram. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Minyak nilam kini tengah menjadi sorotan, khususnya di wilayah Sulawesi Barat.

Para petani menjerit lantaran harga jual minyak ini mengalami penurunan drastis.

Harga minyak nilam anjlok seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk menanam nilam.

Baca juga: Harga Minyak Nilam di Mamuju Anjlok, Petani Menjerit : Dulu Rp2 Juta, Kini Rp600 Ribu

Padahal, sebelumnya komoditas ini sempat menggiurkan karena harganya pernah menembus angka Rp 2,2 juta per kilogram.

Namun kini, harga minyak nilam terjun bebas menjadi hanya Rp 600 ribu per kilogram.

 Angka yang dianggap tak sebanding dengan biaya produksi serta tenaga yang dikeluarkan oleh petani untuk mengolahnya.

Apa Itu Minyak Nilam?

Minyak nilam, atau dikenal juga dengan nama patchouli oil, adalah minyak atsiri yang diperoleh dari proses penyulingan daun tanaman nilam (Pogostemon cablin), sejenis tanaman dari keluarga Lamiaceae (keluarga mint).

Minyak ini sangat dikenal di industri parfum, kosmetik, aromaterapi, dan farmasi karena memiliki aroma yang kuat, tahan lama, serta bernuansa hangat dan khas.

Nilam bahkan pernah menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia sejak masa kolonial, dan hingga kini masih menjadi komoditas ekspor penting.

Indonesia, termasuk Sulawesi Barat, menjadi salah satu produsen minyak nilam terbesar di dunia.

Namun harga minyak nilam di pasar global memang fluktuatif dan sangat bergantung pada kualitas serta jumlah pasokan.

Kandungan Kimia Utama Minyak Nilam

Minyak nilam mengandung sejumlah senyawa kimia aktif yang menentukan karakteristiknya, antara lain:

  1. Patchouli alcohol (patchoulol)
    Merupakan senyawa utama (hingga 40 persen) yang memberi aroma khas dan bersifat antimikroba.
  2. α-Bulnesene dan α-Guaiene
    Termasuk kelompok seskuiterpen yang memberi nuansa aroma kayu dan tanah.
  3. Norpatchoulenol
    Berperan dalam menstabilkan dan memperkuat aroma.

Manfaat Minyak Nilam

Minyak nilam memiliki berbagai manfaat lintas sektor industri dan pengobatan alternatif:

1. Industri Parfum dan Kosmetik

Digunakan sebagai base note parfum karena daya tahannya yang tinggi.

Banyak dijumpai dalam sabun mandi, losion, dan minyak wangi kelas premium.

2. Aromaterapi

Memberikan efek menenangkan, membantu mengurangi stres dan kecemasan.

Cocok digunakan untuk meditasi dan terapi relaksasi.

3. Antimikroba dan Anti-inflamasi

Efektif melawan bakteri dan jamur.

Sering dimanfaatkan dalam produk antiseptik herbal dan penyembuh luka.

4. Obat Tradisional

Digunakan untuk mengatasi pilek, nyeri otot, hingga gigitan serangga.

Membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi peradangan.

5. Pestisida Alami

Dapat berfungsi sebagai pengusir serangga seperti nyamuk dan kutu.

Cara Produksi Minyak Nilam

Proses produksi minyak nilam mencakup beberapa tahapan penting:

Pemanenan daun nilam dilakukan saat kandungan minyak mencapai puncaknya, biasanya setelah 3 bulan masa tanam.

Pengeringan dilakukan secara alami untuk menurunkan kadar air.

Penyulingan menggunakan metode distilasi uap air (steam distillation) untuk mengekstraksi minyak dari daun yang telah dikeringkan.

Meskipun harganya kini sedang jatuh, minyak nilam tetap memiliki nilai ekonomi dan manfaat yang luas.(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved