Harga Minyak Nilam Anjlok
Harga Minyak Nilam Anjlok, Petani di Mamasa Mengeluh
Menurut salah satu petani, Aslan, jika harga nilam terus anjlok kelangsungan petani bakal terancam.
Penulis: Hamsah Sabir | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kebun-petani-Nilam-di-Dusun-Kata-kata-Desa-Botteng-Kecamatan-Mehalaan-Mamasa.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Harga minyak Nilam di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) anjlok.
Bahkan penurunannya sangat drastis sejak Selasa (18/2/2025).
Sebelumnya harga minyak Nilam per kilo gram Rp 1,8 juta.
Bahkan pernah mencapai Rp 2 juta per kilo gram.
Namun saat ini harganya turun drastis menjadi Rp 900 ribu per kilo gram.
Baca juga: Wangi Daun Nilam Asal Mamuju Tercium hingga ke Singapora
Hal ini tentu membuat petani jadi patah semangat dengan anjloknya harga.
Bahkan tak sedikit petani mengeluhkan hal ini.
Kekawatiran petani pun mulai muncul.
Sebab, hampir semua petani di wilayah Mamasa tiga, beralih ke Nilam saat harganya menjanjikan.
Namun harga kembali anjlok sejak beberapa hari lalu.
Menurut salah satu petani, Aslan, jika harga nilam terus anjlok kelangsungan petani bakal terancam.
"Tentu kami terancam, karena saat ini semua fokus di Nilam, dulunya masih ada jagung, tapi sekarang semua beralih ke Nilam," ungkap Aslan saat dikonfirmasi Tribun-Subar.com di Dusun Kata -kata, Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Rabu (19/2/2025).
Bagaimana tidak, kata dia, saat ini mayoritas masyarakat beralih ke Nilam karena harga memang sempat menjanjikan.
Namun jika harga tiba - tiba anjlok, tentu petani akan kebingungan.
Apalagi tinggal menghitung hari bulan Ramadan 2025 tiba.
Sementara saat ini tak sedikit masyarakat bergantung hidup pada nilam.
Bahkan dulunya masyarakat kebanyakan bertani jagung dan lain - lain, namun dengan hadirnya Nilam semua beralih.
Namun kini justru harga mengalami penurunan sangat drastis.
Dengan demikian pihaknya berharap, harga Nilam segera normal kembali seperti awal.
"Semoga segera normal kembali, ini harapan semua petani," pungkasnya.(*)
Laporan Reporter Tribun-Sulbar.com, Hamsah Sabir
| Cucu dan Saudara Nenek di Polman Bertengkar Gara-gara Harta Benda Didamaikan Aparat dan Kepala Dusun |
|
|---|
| Pria Jatuh dari Rakit di Muara Mess Patulana Mamuju Tengah Ditemukan Meninggal |
|
|---|
| Warga Terjatuh dari Rakit Penyebrangan di Mamuju Tengah Berawal Sepeda Motor Tumbang |
|
|---|
| Warga Dusun Bulubawang Polman Akan Segera Punya Jembatan Baru, Jembatan Lama Sudah Lapuk |
|
|---|
| Tak Ikuti Pemprov Sulbar Pemkab Polman Belum Terapkan WFH, ASN Tetap Wajib Berkantor 5 Hari Kerja |
|
|---|