Kamis, 9 April 2026

Harga Minyak Nilam Anjlok

Harga Minyak Nilam Anjlok, Petani di Mamasa Mengeluh

Menurut salah satu petani, Aslan, jika harga nilam terus anjlok kelangsungan petani bakal terancam.

Tayang:
Penulis: Hamsah Sabir | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Harga Minyak Nilam Anjlok, Petani di Mamasa Mengeluh
Hamsah Sabir/Tribun-Sulbar.com
HARGA MINYAK NILAM ANJLOK - Kebun petani Nilam di Dusun Kata-kata, Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Harga minyak nilam saat ini anjlok dari Rp 1,8 miliar menjadi Rp 900 ribu per kilogram. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Harga minyak Nilam di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) anjlok.

Bahkan penurunannya sangat drastis sejak Selasa (18/2/2025).

Sebelumnya harga minyak Nilam per kilo gram Rp 1,8 juta.

Bahkan pernah mencapai Rp 2 juta per kilo gram.

Namun saat ini harganya turun drastis menjadi Rp 900 ribu per kilo gram.

Baca juga: Wangi Daun Nilam Asal Mamuju Tercium hingga ke Singapora

Hal ini tentu membuat petani jadi patah semangat dengan anjloknya harga.

Bahkan tak sedikit petani mengeluhkan hal ini. 
Kekawatiran petani pun mulai muncul.

Sebab, hampir semua petani di wilayah Mamasa tiga, beralih ke Nilam saat harganya menjanjikan.

Namun harga kembali anjlok sejak beberapa hari lalu.

Menurut salah satu petani, Aslan, jika harga nilam terus anjlok kelangsungan petani bakal terancam.

"Tentu kami terancam, karena saat ini semua fokus di Nilam, dulunya masih ada jagung, tapi sekarang semua beralih ke Nilam," ungkap Aslan saat dikonfirmasi Tribun-Subar.com di Dusun Kata -kata, Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Rabu (19/2/2025). 

Bagaimana tidak, kata dia, saat ini mayoritas masyarakat beralih ke Nilam karena harga memang sempat menjanjikan.

Namun jika harga tiba - tiba anjlok, tentu petani akan kebingungan.

Apalagi tinggal menghitung hari bulan Ramadan 2025 tiba. 

Sementara saat ini tak sedikit masyarakat bergantung hidup pada nilam.

Bahkan dulunya masyarakat kebanyakan bertani jagung dan lain - lain, namun dengan hadirnya Nilam semua beralih.

Namun kini justru harga mengalami penurunan sangat drastis.

Dengan demikian pihaknya berharap, harga Nilam segera normal kembali seperti awal.

"Semoga segera normal kembali, ini harapan semua petani," pungkasnya.(*)

Laporan Reporter Tribun-Sulbar.com, Hamsah Sabir

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved