OPINI
KKSS Konsolidator Ekonomi untuk Negeri
Langkah ini sangat relevan di tengah krisis global dan ketergantungan impor yang masih membayangi bangsa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Intelektual-muda-NU-Muhammad-Aras-Prabowo.jpg)
Oleh: Muhammad Aras Prabowo
Anggota Departemen Cendekiawan BPP KKSS 2025–2030 | Pengamat Ekonomi UNUSIA
Dalam sejarah panjang masyarakat Bugis-Makassar, semangat merantau bukan sekadar perpindahan geografis, melainkan juga perpindahan nilai: semangat kerja keras dan dedikasi untuk kemajuan.
Di tengah diaspora besar masyarakat Sulawesi Selatan di berbagai penjuru tanah air dan dunia, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) hadir sebagai wadah pemersatu dan penggerak semangat kolektif warga perantauan asal Sulsel.
Didirikan secara resmi pada tahun 1976, KKSS lahir dari kesadaran bahwa identitas, solidaritas, dan pengabdian terhadap tanah air harus terus dijaga dan ditumbuhkan—bukan hanya demi kepentingan komunitas sendiri, melainkan juga untuk negeri secara keseluruhan.
Seiring waktu, KKSS telah menjelma dari organisasi kekeluargaan menjadi gerakan sosial-kultural berskala nasional. Keberadaannya tidak hanya dirasakan oleh anggotanya, tetapi juga oleh masyarakat luas.
Dengan jaringan yang tersebar dari tingkat pusat hingga daerah, bahkan luar negeri, KKSS aktif dalam kegiatan sosial, kebencanaan, pendidikan, keagamaan, hingga ekonomi.
Dalam berbagai momentum krisis nasional, KKSS hadir sebagai agen solidaritas kemanusiaan—baik melalui bantuan langsung, pembangunan fasilitas umum, maupun advokasi sosial bagi masyarakat kecil.
Kini, di bawah kepemimpinan Dr. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., yang terpilih sebagai Ketua Umum BPP KKSS periode 2025–2030, KKSS memasuki babak baru transformasi organisasi.
Sosok Amran Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian RI, membawa visi besar: menjadikan KKSS sebagai organisasi modern, produktif, dan kontributif terhadap pembangunan nasional.
Kepemimpinannya menandai era profesionalisasi organisasi yang berbasis nilai budaya dan kecendekiaan.
Salah satu gebrakan penting dari kepemimpinan Amran Sulaiman adalah inisiasi pendirian sekolah dan universitas unggulan KKSS. Ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur pendidikan, melainkan representasi dari visi jangka panjang: mencetak generasi unggul asal Sulawesi Selatan yang berdaya saing global tanpa meninggalkan akar budayanya.
Lembaga pendidikan ini akan menjadi ruang aktualisasi nilai ke-Bugis-an yang adaptif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Lebih dari sekadar simbol pembangunan, transformasi KKSS kini diarahkan pada penguatan peran strategis dalam sektor pangan dan ekonomi.
Sebagai seorang praktisi dan teknokrat di bidang pertanian, Amran Sulaiman membawa misi besar agar KKSS berkontribusi aktif dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
Langkah ini sangat relevan di tengah krisis global dan ketergantungan impor yang masih membayangi bangsa.