Berita Mamuju
Landscape Mamuju Banyak Coretan Vandalisme, Kadis Perpustakaan: Kita Akan Benahi
Coretan-coretan cat pilox dengan tulisan dan gambar terlihat menghiasi bagian landscape Kabupaten Mamuju tersebut.
Penulis: Andika Firdaus | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Coretan-coretan-cat-pilox-dengan-tulisan-dan-gam.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Aksi vandalisme yang merusak keindahan kota kembali terjadi di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).
Kali ini, fasilitas publik berupa landscape yang berada di Jl Ahmad Yani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, menjadi sasaran tangan-tangan jahil tak bertanggung jawab.
Baca juga: Dishub Siap Bekerjasama dengan Polres Pasangkayu Tertibkan Truk Kelebihan Muatan
Baca juga: Rp 23 Miliar Diefisiensi, Tahun Ini Tidak Ada Perbaikan Jalan di Kabupaten Majene
Coretan-coretan cat pilox dengan tulisan dan gambar terlihat menghiasi bagian landscape tersebut.
Aksi perusakan tersebut tentu saja mencoreng upaya pemerintah daerah dalam mempercantik dan menata wajah kota Mamuju.
Menanggapi insiden ini, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mamuju, Muh Fausan Basir, menyampaikan aksi vandalisme semacam ini sangat disayangkan dan merugikan seluruh masyarakat.
"Ini fasilitas publik dibangun dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan waktu peresmian kita juga menyampaikan bahwa dua fasilitas ini milik masyarakat Mamuju,"ujar Fausan Basir saat ditemui di ruang kerjanya, di Jl Ahmad Yani, Binanga, Mamuju, Selasa (10/6/2025).
Lebih lanjut, Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk menjaga dan merawat fasilitas umum yang dibangun untuk kepentingan bersama.
"Pada saat ini kami lagi gencar-gencarnya mencari model dan cita-cita Mamuju menjadikan literat serta menjadikan perpustakaan ini menjadi episentrum pengetahuan di Mamuju, namun dengan adanya kejadian ini tentunya kita kecewa,"ucapnya.
Meskipun demikian, Fausan Basir menegaskan kejadian tersebut tidak akan menjadi penghalang.
Ia mengatakan, akan segera membenahi coretan-coretan serta kerusakan yang terjadi pada fasilitas publik tersebut.
"Saya berfikir ini tidak menarik untuk diviralkan aksi yang dilakukan, tapi penting untuk ditanggapi serius,"ucapnya.
Fausan Basir mengatakan, pihaknya akan lebih intens dalam melakukan penjagaan dan pengawasan.
"Kami di perpustakaan sendiri itu punya pekerja yang tinggal di sini dan melakukan pengawasan. Cuman memang yang namanya musibah yang seperti ini tidak bisa diprediksi dan selalu mencari celah di mana kita lengah,"ungkapnya.
Landscape merupakan salah satu fasilitas umum yang diharapkan dapat memberikan nilai estetika dan kenyamanan bagi pejalan kaki maupun pengendara yang melintas.
Namun, dengan adanya vandalisme ini, fungsi keindahan tersebut menjadi terganggu.
Hal ini menjadi tantangan bagi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga dan merawat aset-aset kota. (*)
Laporan Wartawan Tribun Sulbar Andika Firdaus
| Polisi Mediasi Kasus Dugaan Penipuan Online di Mamuju, PO Bus Kembalikan Kerugian Rp10,5 Juta |
|
|---|
| Khawatir Jadi Sarang Ular Warga Minta Pemerintah Pangkas Rumput Liar di Jalan Poros Bayor Mateng |
|
|---|
| PO Rinra Trans Klarifikasi Kasus Dugaan Penipuan Tiket Rp10 Juta di Mamuju, Siap Mediasi |
|
|---|
| Buntut Perkelahian Pengunjung, Pemdes Tumbu Mamuju Tengah Tutup Sementara Area Wisata |
|
|---|
| Bermula dari Saling Tatap, Dua Warga Adu Jotos di Wisata Desa Tumbu Berakhir Damai |
|
|---|