Berita Sulbar
Pemprov Sulbar Libatkan 16 OPD Berkurban, Prioritaskan Penyaluran ke Daerah Terdampak Stunting
Hewan kurban dikumpulkan secara terpusat di Masjid Baitul Anwar, Mamuju.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Sapi-kurban-Presiden-Prabowo-Subianto-jenis-Simental-dan-dinamai-Hulk.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) kembali melaksanakan program kurban yang melibatkan 16 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Program ini difokuskan tidak hanya sebagai ibadah tahunan, tetapi juga sebagai upaya konkret mendukung penanganan stunting dan membantu masyarakat kurang mampu.
Pelaksanaan program kurban tahun ini dilakukan atas arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), bersama Wakil Gubernur, Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga.
Baca juga: Gubernur Suhardi Duka Temui Menteri Investasi, Paparkan Lima Potensi Strategis Sulbar
Hewan kurban yang dikumpulkan akan disalurkan ke daerah-daerah dalam kategori rawan stunting, serta dibagikan kepada masyarakat sekitar kompleks perkantoran Pemprov Sulbar.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Bina Mental Spiritual Biro Kesejahteraan Rakyat Sulbar, H. Makdum Ibrahim, menyampaikan, hingga Rabu (4/6/2025), 16 OPD telah menyatakan kesediaan berkurban.
Hewan kurban dikumpulkan secara terpusat di Masjid Baitul Anwar, Mamuju.
"Seperti tahun-tahun sebelumnya, surat edaran dikirimkan langsung kepada seluruh kepala OPD dan ditandatangani Gubernur. Hewan kurban akan dikumpulkan hari ini dan besok," ujar Makdum.
Ia menambahkan, hingga saat ini sudah ada empat ekor sapi terkumpul. Salah satunya berasal dari Inspektorat Sulbar yang menyerahkan satu ekor sapi sebagai bentuk partisipasi.
Kata dia, arahan Gubernur menekankan agar setiap satu ekor sapi dikurbankan oleh tujuh orang ASN atau pegawai OPD.
Hewan kurban yang terkumpul kemudian akan didistribusikan ke wilayah-wilayah terdampak stunting.
“Sisanya akan disembelih di Masjid Baitul Anwar dan dibagikan kepada masyarakat di sekitar lingkungan kantor Pemprov. Ini merupakan bagian dari upaya membangun solidaritas sosial dan meningkatkan gizi keluarga-keluarga yang membutuhkan,” tambahnya.
Makdum menegaskan, pelaksanaan kurban tahun ini bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat Sulbar.
“Iduladha tidak hanya tentang ibadah, tapi juga berbagi. Kami ingin memastikan kurban yang dilakukan oleh OPD dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama yang berada di daerah rentan dan masuk kategori stunting tinggi,” jelasnya.
Dikatakan, partisipasi OPD dalam program ini masih terbuka dan jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah hingga pelaksanaan pemotongan hewan kurban.
“Inspektorat menjadi salah satu OPD yang aktif tahun ini. Harapannya, semakin banyak OPD ikut serta, agar cakupan penerima manfaat lebih luas dan program ini berdampak nyata,” pungkas Makdum.(*)
| Dispoparekraf Sulbar Optimalkan Pengembangan SDM Pariwisata Berbasis Digital SISIP |
|
|---|
| Terbuka Kehadiran BUMN Baru Gubernur SDK Ingatkan DSI Jangan Jadi Institusi yang Terlalu Dominan |
|
|---|
| Aliansi Rakyat Sulbar Desak Kadis Perkebunan Dicopot dan Tindak Perusahaan Sawit Nakal |
|
|---|
| Gubernur SDK Sebut Penelitian LTJ di Mamuju di Area 10 HA, Butuh 10 Tahun untuk Dikembangkan |
|
|---|
| Pentingnya Nalar Kritis di Tengah Arus Teknologi |
|
|---|