Ricuh Eksekusi Lahan

BREAKING NEWS: Eksekusi Lahan di Lapeo Polman Ricuh, Polisi Tangkap 4 Terduga Provokator

Pantauan Tribun-Sulbar.com, ratusan massa pihak tergugat memadati lokasi eksekusi di Desa Lapeo.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
EKSEKUSI LAHAN - Eksekusi sepetak lahan di Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, diwarnai kericuhan, Kamis (22/5/2025). Massa pihak tergugat nekat memblokade jalan menghalangi jalanya prose perobohan rumah.Petugas kepolisian mengamankan empat warga yang diduga sebagai provokator massa. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Eksekusi sepetak lahan di Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, diwarnai  kericuhan, Kamis (22/5/2025).

Massa pihak tergugat nekat blokade jalan menghalangi jalanya prose perobohan rumah.

Petugas kepolisian mengamankan empat warga diduga sebagai provokator massa.

Baca juga: 286 Polisi Diterjunkan Amankan Proses Eksekusi Lahan di Campalagian Polman

Pantauan Tribun-Sulbar.com, ratusan massa pihak tergugat memadati lokasi eksekusi di Desa Lapeo.

Massa memblokade jalan dengan membakar belasan ban bekas, memasang bambu secara melintang.

Ketegangan bermula saat polisi mengamankan sejumlah massa diduga provokator.
 
Seorang warga dari pihak tergugat juga sempat mengamuk hingga akhirnya pingsan.

Warga tersebut berupaya mengadang mobil taktis dan alat berat yang bergerak menuju lokasi eksekusi. 

Namun, perlawanan diberikan massa pihak tergugat untuk menggagalkan proses eksekusi tidak berlangsung lama.

Ratusan polisi dikerahkan berhasil mengawal panitera Pengadilan Negeri Polewali  (PN) untuk membacakan putusan eksekusi.

Sebuah rumah berada di atas lahan sengketa langsung dirubuhkan menggunakan alat berat.

"Jadi tadi ada sedikit gesekan tapi tidak fatal dan ada beberapa kita amankan yang diduga sebagai provokasi," kata Kapolres Polman AKBP Anjar Purwoko kepada wartawan.

Dia menyebut provokator mempengaruhi massa untuk melakukan tindakan anarkis.

Serta beberapa warga diamankan diduga menggunakan atau membawa senjata tajam.

Menurut Anjar, beberapa warga sempat diamankan akan dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah bom Molotov yang belum sempat digunakan.

“Bom Molotov yang tidak sempat digunakan, Alhamdulillah sempat kita amankan sehingga tidak terjadi hal-hal di luar dugaan kita," ungkapnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved