Berita Mamuju Tengah
Protes Jalan Rusak, Warga Sanjango Mamuju Tengah Geruduk Kantor Desa dan Minta Kades Dicopot
Menurutnya, warga mendesak Pemerintah Desa segera mengambil tindakan nyata perbaikan infrastruktur.
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kepala-Desa-Sanjango-Muh-Yamin-menemui-sejumlah-warganya-yang-demo.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Pasca sejumlah Warga Desa Sanjango, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan aksi protes terkait jalan rusak tak kunjung diperbaiki, puluhan warga kembali mendatangi kantor desa kemarin, Senin (17/3/2025).
Koordinator Aksi, Samsuddin mengatakan, warga menuntut kepada Kepala Desa Sanjango, Muh Yamin, tidak tutup mata dengan kondisi jalan utama desa yang rusak parah.
Menurutnya, warga mendesak Pemerintah Desa segera mengambil tindakan nyata perbaikan infrastruktur.
Baca juga: Protes Jalan Rusak, Warga Tuntut Kades Sanjango Mamuju Tengah Dicopot
Selain itu, Samsudin menyoroti peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sanjango dianggap tidak maksimal dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap Pemerintahan Desa.
Terutama, dalam mengawasi anggaran belanja desa.
"Mestinya BPD menjalankan tugasnya dengan baik untuk memastikan anggaran digunakan sesuai kebutuhan desa," kata Samsuddin saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Selasa (18/3/2025),
"Namun, kenyataannya lembaga ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya," tambahnya.
Sebagai bentuk tekanan lebih lanjut, warga membuat dan menandatangani surat pernyataan ditujukan kepada BPD Desa Sanjango.
Dalam surat tersebut, mereka meminta agar BPD segera mengambil langkah konkret mendesak Kepala Desa Muh Yamin mundur dari jabatannya.
"Kami sudah melayangkan surat resmi ditandatangani warga, jika BPD tidak bertindak, kami akan kembali turun ke jalan dan bahkan menyegel kantor desa," ancamnya.
Sebelumnya, sejumlah warga Desa Sanjango, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan aksi protes tuntut perbaikan jalan rusak.
Warga memasang sebuah spanduk besar bertuliskan "Pernyataan sikap masyarakat Desa Sanjango, perbaikan jalan dan normalisasi sungai ini murni 100 persen swadaya masyarakat tanpa ada bantuan dari Pemerintah Desa".
Warga nampak kesal hingga sempat adu mulut dengan Kepala Desa (Kades) Sanjango, Muh Yamin saat datang menemui warga. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah
| Harga Ganti Oli Mesin di Mamuju Tengah Naik Rp10 Ribu |
|
|---|
| Warga Paraili Mamuju Tengah Mengaku Dihipnotis OTK, Uang Rp15 Juta Raib |
|
|---|
| Bayi Satu Tahun di Mamuju Tengah Hanyut Terseret Arus Sungai, Ditemukan Meninggal Dunia |
|
|---|
| 73 Siswa SD Inpres Batuparigi Mamuju Tengah Ikuti ASAJ 2026 Selama Lima Hari |
|
|---|
| Jalan Trans Sulawesi di Mamuju Tengah Rusak Parah, Lubang Ditandai Pot Bunga dan Ban Bekas Warga |
|
|---|